Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Masih Banyak Orang Indonesia Kekurangan Protein, Mengapa Itu Jadi Masalah?

Bahana. • Rabu, 11 Maret 2026 | 15:28 WIB

Photo
Photo
Konsumsi protein menjadi salah satu isu gizi penting di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata masyarakat Indonesia mengonsumsi sekitar 61,7 gram protein per kapita per hari pada 2024.

angka yang hampir mendekati angka kecukupan gizi nasional sebesar 57 gram per hari menurut peraturan pemerintah, tetapi masih tergolong rendah bila dilihat dari aspek kualitas dan kebutuhan nyata tubuh.

Meski rata-rata konsumsi protein nasional secara angka terlihat memenuhi standar minimal, pemenuhannya belum merata di tingkat individu.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan bahwa sekitar 46 persen masyarakat Indonesia masih kekurangan asupan protein harian.

Hal ini menandakan hampir setengah populasi belum memperoleh protein yang cukup dari pola makan sehari-hari, baik dari sumber hewani maupun nabati.

Protein memiliki peran yang sangat mendasar bagi tubuh manusia. Secara ilmiah, protein tersusun dari asam amino yang berfungsi sebagai bahan pembangun utama jaringan tubuh.

Tubuh manusia tidak mampu memproduksi seluruh asam amino esensial, sehingga pemenuhannya sangat bergantung pada asupan makanan sehari-hari.

Tanpa protein yang cukup, proses perbaikan sel, pembentukan jaringan baru, serta pemeliharaan organ tubuh tidak dapat berlangsung secara optimal.

Peran penting protein bagi tubuh ditegaskan dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal berjudul Dietary Protein Intake and Human Health (2016), yang menyatakan bahwa protein dan asam amino berfungsi sebagai komponen utama dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, khususnya otot.

Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa asupan protein yang tidak memadai dalam jangka panjang dapat berdampak pada penurunan massa otot, gangguan metabolisme, serta melemahnya daya tahan tubuh.

Dari sisi sistem imun, protein memegang peranan kunci karena antibodi yang berfungsi melawan infeksi tersusun dari protein.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa asupan protein yang tidak memadai dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam melawan virus dan bakteri, sehingga seseorang lebih rentan mengalami infeksi.

Pada anak-anak dan remaja, kekurangan protein juga berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik yang tidak optimal.

Untuk memenuhi kebutuhan protein harian, masyarakat sebenarnya memiliki banyak pilihan bahan makanan yang mudah diakses.

Sumber protein hewani seperti ikan, telur, ayam, dan daging tanpa lemak menyediakan protein berkualitas tinggi dengan kandungan asam amino esensial yang lengkap.

Sementara itu, sumber protein nabati seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan kedelai dapat menjadi alternatif yang terjangkau dan sesuai dengan pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Kombinasi antara protein hewani dan nabati terbukti membantu meningkatkan kualitas asupan protein secara keseluruhan.

Pemenuhan protein sebaiknya menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, bukan hanya sekadar memenuhi angka kecukupan minimum.

Dengan asupan protein yang cukup dan berkualitas, tubuh memiliki fondasi yang kuat untuk menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan, serta menunjang produktivitas.

Di tengah tantangan pola konsumsi yang masih timpang, peningkatan kesadaran akan pentingnya protein menjadi langkah awal menuju perbaikan gizi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#protein #kebutuhan protein