Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Batara Candra: Dewa Rembulan yang Bijaksana, Sosok Tampan Berkepribadian Menenangkan

Tastabila Maika Warditya • Senin, 12 Agustus 2024 | 18:36 WIB
Ilustrasi wayang Batara Candra.
Ilustrasi wayang Batara Candra.

RADAR PURWOREJO - Batara Candra merupakan tokoh penting dalam dunia pewayangan yang memiliki peran sebagai Dewa Bulan.

Batara Candra lahir dari seorang ibu bernama Dewi Kanastren dan ayahnya bernama Batara Ismaya.

Batara Candra adalah dewa yang ditugaskan untuk mengatur dan memelihara cahaya rembulan. Batara Candra digambarkan sebagai sosok tampan dengan kepribadiannya yang menenangkan semua orang.

Batara Candra diketahui masuk ke dalam Hastabrata, yakni Dewa dengan sifat baiknya yang harus diteladani.

Persis dengan kepribadiannya yang lembut, bijaksana dan selalu memberi kedamaian layaknya rembulan yang menyinari bumi di saat kegelapan.

Sama seperti wayang lainnya, Batara Candra memiliki kisahnya sendiri.

Walaupun jarang diketahui tapi ternyata Batara Candra merupakan asal usul dari kebisingan disaat gerhana bulan terjadi dimana cerita tersebut masih eksis sampai sekarang.

Pada saat itu, para dewa akan diberi air abadi berupa Tirta Amerta. Batara Candra dan Batara Surya pun turut datang pada acara tersebut, namun terdapat satu dewa yang mencurigakan.

Saat dewa ingin meneguk air tersebut, Batara Candra dan Batara Surya memberi tahu hal yang janggal itu kepada Batara Wisnu, ternyata dewa yang mencurigakan tersebut adalah jelmaan dari gandarwa, yang tak lain adalah Batara Kala.

Batara Wisnu langsung memotong leher Batara Kala dengan cepat yang membuat badannya terjatuh kemudian berubah menjadi lesung penumbuk padi.

Sedangkan kepalanya melayang-layang di angkasa. Batara Kala yang merasa kesal pun akan balas dendam kepada Batara Candra dan Batara Surya untuk memakan mereka berdua.

Dari situlah legenda jika saat gerhana bulan atau gerhana matahari terjadi masyarakat dianjurkan untuk memukul lesung padi agar saat Batara Candra atau Batara surya termakan oleh Batara Kala segera dimuntahkan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Batara Candra #batara kala #Jelmaan #Hastabrata #Tokoh wayang #legenda #pewayangan #Tirta Amerta #gerhana bulan