Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Tokoh Wayang: Kisah Resi Bisma Ksatria Tak Terkalahkan

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 17 Agustus 2024 - 21:50 WIB
Resi Bisma.
Resi Bisma.


RADAR PURWOREJO - Menjadi Putra satu-satunya yang dibiarkan hidup oleh ibunya membuat Resi Bisma sangat disayangi oleh ayahnya dan langsung diangkat menjadi seorang putra mahkota.

Bisma merupakan putra dari pasangan Prabu Santanu dan Dewi Gangga.

Ia juga merupakan kakek dari para pandawa dan kurawa.

Bisma memiliki nama kecil,Dewabrata.

Nama Bisma ia gunakan setelah melakukan sumpah tidak menikah seumur hidupnya.

Bisma memiliki arti mengerikan atau membuat orang takut.

Hal ini juga menjadi salah satu alasan ia disegani dan ditakuti musuh dan kesatria lainnya.

Dia bahkan disegani oleh cucu-cucunya yaitu Pandawa dan Kurawa.

Nama lain Bisma yaitu Dewa Brata, yang berarti disukai oleh para dewa.

Kkarena janjinya Bisma juga diartikan sebagai seseorang dengan sumpah yang dasyat.

Sumpah ini ia lakukan untuk membuat ayahnya dapat menikah lagi dengan ibu tirinya Satyawati dan mencegah adanya perselisihan antar saudara.


Bisma merupakan reinkarnasi dari salah satu 8 Wasu yang bernama Prabasa karena mencuri sapi milih Resi Wasista yang akhirnya mengutuk mereka agar lahir sebagai anak manusia.

Dalam perjalanannya menuju bumi mereka bertemu dengan Dewi Gangga yang juga sama dikutuk untuk menjadi istri putra raja Pratipa yaitu Santanu.

Karena pertemuan tersebut, terjadilah kesepakatan, bahwa 8 Wasu itu akan menjadi putra dari Dewi Gangga di dunia.

Tujuh saudaranya ditenggelamkan oleh Dewi Gangga pasca dilahirkan dan pada saat giliran Bisma lahir, Dewi Gangga dicegah untuk menenggelamkan Bisma oleh Santanu.

Dalam cerita tersebut akhirnya Santanu mengingkari janjinya untuk tidak mempertanyakan apapun yang dilakukan oleh Dewi Gangga dan membuat Bisma dibawa pergi oleh Dewi Gangga dan diberi nama Dewabrata.

Alasan ia hidup lebih lama juga karena dia menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam pencurian sapi tersebut.


Kehebatan dan kesaktian Bisma tidak semerta-merta ia dapatkan.

Semasa kecilnya ia dibawa oleh ibunya untuk berguru dengan beberapa dewa dan Resi terkemuka.

Guru Bisma tersebut antara lain; Dewa Indra pemimpin para Dewa, Parasurama yang mengajarkan ilmu perang dan militer, Markandeya yang mengajarkan kewajiban Brahmana dan beberapa guru hebat lainnya.

36 tahun bersama Dewi Gangga dan ditinggalkan ayahnya, akhirnya Bisma ditemukan oleh ayahnya di hilir sungai Gangga dan Dewi Gangga menyerahkan hak asuh Bisma kepada Santanu.

Karena sangat senang anaknya kembali, Bisma langsung diangkat menjadi Putra mahkota.

Namun hal ini tidak berlangsung lama, Sentanu justru mencintai seorang anak nelayan yang bernama Satyawati.

Dimana Satyawati hanya dapat dinikahi putra mahkota, tak lain adalah keturunannya sendiri.

Hal tersebut menjadi keputusan yang sulit bagi Sentanu.

Hingga akhirnya, Santanu pun sakit-sakitan.

Melihat kondisi ayahnya, Bisma pun bersumpah untuk tidak mewarisi takhta Hastinapura.

Sebab dia belum cukup mendapatkan kepercayaan dari sang ayah.

Sumpah itu dia ucapkan di hadapan ayah Satyawati, yakni Dewabrata.

Dia bersumpah untuk tidak menikah seumur hidup agar tidak memiliki seorang pun keturunan.

Karena pengorbanannya tersebut, ia akhirnya memiliki nama Bisma.

Selain itu ia juga diberi anugrah dapat bersahabat dengan dewa.

Bisma juga diilhami dapat menentukan waktu kematiannya sendiri.

Bisma menjadi kesatria yang selalu menang dalam pertarungannya.

Salah satunya adalah memenangkan istri untuk saudaranya sendiri.

Namun hal inilah yang kemudian membuat ia mati, di mana ia memenangkan Amba yang sudah memiliki calon suami.

Pada akhir hidupnya mati di tangan Srikandi yang merupakan reinkarnasi dari Amba diperang antara Kurawa dan Pandawa.

Meskipun ia berada dipihak Kurawa namun ia merestui Yudistira serta mengatakan pada para Kurawa bahwa Pandawalah yang akan menang.

Selain itu ia juga memberikan wejangan dan bocoran kepada para Pandawa, kriteria seperti apa yang membuat ia sebagai ksatria enggan untuk berperang.

Hal itu yang membuat para pandawa memiliki strategi bagus untuk mengalahkan Bisma. (Aina Puspita Ningrum)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#putra mahkota #Resi Bisma #Wayang #Tokoh wayang #Mengenal #Prabu Santanu dan Dewi Gangga #Ksatria Tak Terkalahkan #kisah