Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Batara Asmara Sang Dewa Kasih Sayang yang Memiliki Paras Mempesona

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 26 Juli 2024 | 01:50 WIB
Batara Asmara Sang Dewa Kasih Sayang yang Memiliki Paras Mempesona
Batara Asmara Sang Dewa Kasih Sayang yang Memiliki Paras Mempesona

RADAR PURWOREJO - Dalam penokohan pewayangan jawa, pasti tidak asing dengan Batara Guru atau Batara Wisnu, lalu apakah kamu sudah mengetahui mengenai Batara Asmara?

Yaps, sesuai namanya, dewa ini berkaitan dengan cinta, hubungan romantis dan kasih sayang. Batara Asmara merupakan salah satu dewa dalam mitologi Hindu-Jawa. Dalam kepercayaan dan tradisi pewayangan Jawa, Batara Asmara sering dikaitkan dengan dewa cinta dan kecantikan, memiliki peran yang penting dalam mengatur aspek-aspek romantis dan hubungan manusia.

Asal usul Batara Asmara dapat ditelisik dari tradisi Hindu-Buddha yang dibawa ke Jawa pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara, seperti Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Kediri. Pada konteks pewayangan Jawa, Batara Asmara menjadi bagian dari sistem kepercayaan lokal, diintegrasikan dengan mitologi dan kosmologi Jawa Batara Asmara tidak memiliki peribadatan yang sekuat dewa-dewa utama seperti Siwa atau Wisnu, meski begitu tetap dihormati dalam konteks yang lebih spesifik terkait dengan cinta dan hubungan.

 Peran dan Sosok Batara Asmara

1. Peran

Dewa Cinta, Batara Asmara adalah dewa yang mengatur dan memengaruhi cinta serta hubungan romantis. Ia dianggap sebagai kekuatan yang menghubungkan pasangan dan memengaruhi perasaan cinta.

Mediator, Dalam beberapa cerita, Batara Asmara bertindak sebagai mediator atau penengah dalam konflik yang melibatkan cinta atau hubungan, seperti pertengkaran antar pasangan atau meredakan amarah yang akan melibatkan ketegangan antar manusia yang memiliki perasaan cinta.

2. Sosok

Gambaran Fisik, dalam tradisi pewayangan, Batara Asmara sering digambarkan sebagai sosok dewa yang anggun dan penuh daya tarik, sering kali memiliki penampilan yang menarik dan bersifat romantis.

Simbol, Batara Asmara biasanya digambarkan dengan atribut yang berkaitan dengan cinta, seperti bunga atau alat musik yang melambangkan keindahan dan harmoni. Dalam beberapa gambaran, ia juga mungkin diwakili dengan alat musik seperti kecapi atau seruling, yang melambangkan keindahan dan kelembutan

Romantis dan Penuh Kasih, Batara Asmara dikenal sebagai dewa yang penuh kasih, dengan kepribadian yang romantis dan menyenangkan. Ia memiliki sikap yang lembut dan pengertian terhadap urusan hati.

Bijaksana, mneskipun berfokus pada cinta, Batara Asmara juga dianggap bijaksana dalam hal hubungan dan perasaan manusia, memberikan panduan dalam situasi romantis.

Filosofi Batara Asmara berkisar pada penciptaan keharmonisan dalam hubungan dan keseimbangan emosional antara pasangan. Ia melambangkan konsep cinta sejati yang melampaui nafsu dan ketertarikan fisik, mengajarkan pentingnya pengertian, empati, dan komitmen dalam hubungan.

Konon eksistensi keberadaan Batara asmara dapat meredakan amarah siapapun yang bertemu dengannya, dengan fisik yang begitu menarik, Batara Asmara juga seringkali memikat manusia dengan parasnya.

Batara Asmara adalah sosok penting dalam mitologi Hindu-Jawa yang mengatur aspek-aspek cinta dan hubungan romantis. Dengan kepribadian yang penuh kasih dan bijaksana, ia mengajarkan filosofi tentang keharmonisan dan cinta sejati. Meskipun tidak sepopuler dewa-dewa utama, Batara Asmara memainkan peran yang signifikan dalam konteks cinta dan hubungan dalam budaya Jawa.***

Penulis: Rumyanah Irvadia

Sumber : Belajar budaya wayang

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Cerita #Wayang #Tokoh