Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ini Dia 4 Tokoh Antagonis Dalam Pewayangan: Mulai dari Sifat Iri Hingga Manipulatif

Tastabila Maika Warditya • Jumat, 26 Juli 2024 | 18:13 WIB
ILUSTRASI: Rahwana yang sedang menculik Sinta.
ILUSTRASI: Rahwana yang sedang menculik Sinta.

RADAR PURWOREJO - Budaya Indonesia tak pernah luput dari kesenian wayang.

Wayang sendiri adalah seni pertunjukan yang sering dipentaskan oleh masyarakat Jawa dalam acara penting atau sekadar hiburan.

Bukan hanya bentuknya yang unik, namun juga memiliki kisah yang menarik.

Setiap wayang pastilah memiliki sifat dan karakternya masing-masing yang membuat cerita lebih hidup.

Berikut ini, kita akan membahasa tokoh pewayangan yang memiliki sifat antagonis dalam kisahnya, siapa sajakah mereka?

1. Rahwana

Nama lain dari Rahwana ini adalah Dasamuka. Dalam pewayangan, Rahwana memiliki sifat yang berani namun tidak mau mengalah.

Rahwana juga membuat kekacauan berkat aksinya yang menculik Sinta, sehingga menyebabkan peperangan antara Rama dan dirinya.

Namun, dibeberapa kisah menceritakan jika Rahwana memiliki kesempatan untuk merubah dirinya.

2. Duryodana

Duryodana merupakan anak pertama dari Destrarata dan Gandari. Duryodana dikenal memiliki sifat iri.

Dia pun benci kepada Pandawa yang lebih berbakat dan ingin menyingkirkan ia karena dianggap sebagai pesaing.

3. Sengkuni

Sengkuni merupakan paman dari Kurawa dalam kisah Mahabharata. Ia dianggap sebagai sosok yang sangat licik dan penuh tipu daya.

Dirinya juga pernah mengadu domba Pandawa dan Kurawa, sehingga terjadi peperangan di antara mereka.

4. Buto Cakil

Buto Cakil digambarkan sebagai tokoh yang suka melakukan peperangan. Saat dalam peperangan Cakil membawa senjata bernama keris.

Bukan hanya satu tetapi dua bahkan tiga.

Namun dalam akhir kisahnya, Buto Cakil pasti akan mati karena kerisnya sendiri.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#seni pertunjukan #tokoh pewayangan #Wayang #sifat iri #manipulatif #jawa #tokoh antagonis pewayangan #Kesenian wayang