Dikenal sebagai salah satu motif batik terpopuler di Jawa Tengah dan Yogyakarta, motif ini bentuknya berupa bulatan mirip buah kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai aren atau kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris.
Motif Kawung memiliki makna kesempurnaan, kemurnian dan kesucian.
Motif batik ini diyakini diciptakan oleh salah satu Sultan Kerajaan Mataram.
Motif batik ini pertama kali dikenal pada abad ke 14 tepatnya di Pulau Jawa.
Pada awalnya motif ini muncul pada ukiran dinding di dinding dibeberapa candi di jawa seperti prambanan.
Motif Kawung ini menyimbolkan kekosongan dalam kaitannya dengan kata suwung yang memiliki arti kosong.
Di mana kosong yang dimaksud adalah kekosongan nafsu atau hasrat duniawi, sehingga menghasilkan pengendalian diri yang sempurna.
Kekosongan ini menjadikan seseorang netral, tidak berpihak, tidak ingin menonjolkan diri, mengikuti arus kehidupan, membiarkan segala yang ada disekitarnya berjalan sesuai kehendak alam.
Motif batik kawung ini selalu dikenakan oleh semar sebagai gambaran sosok yang berakhlak baik dan bijaksana.
Ada pula pemaknaan lain terhadap batikini adalah corak ini memiliki pengharapan agar usaha keras membuahkan hasil dan mendapatkan rezeki yang berlipat ganda.
Penulis: Akmal Haidar Alfath