Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Menghubungkan Generasi Melalui Ritual Adat di Yogyakarta: Ini Dia Makna dan Tradisi Upacara Supitan, Nyadran, dan Tedhak Siten di Jogja

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 30 Juli 2024 | 18:04 WIB
Upacaya supitan, nyadran, dan Tedhak Siten.
Upacaya supitan, nyadran, dan Tedhak Siten.

RADAR PURWOREJO - Yogyakarta, atau yang akrab disapa Jogja, dikenal sebagai kota budaya dengan kekayaan tradisi dan upacara adat.

Berbagai ritual di Jogja tidak hanya memperkuat ikatan komunitas tetapi juga menghubungkan generasi dengan warisan budaya mereka.

Beberapa tradisi khas yang masih dilestarikan di Jogja adalah Upacara Supitan, Nyadran, dan Tedhak Siten.

Upacara Supitan: Penyucian dan Pembaharuan

Upacara Supitan merupakan tradisi penyucian diri yang melibatkan prosesi simbolis untuk pembaharuan dan pembersihan diri.

Dilaksanakan menjelang tahun baru Jawa atau pada hari-hari sakral, upacara ini mencerminkan kepercayaan masyarakat Jawa bahwa penyucian diri dapat menghilangkan kekotoran dan dosa.

Prosesi ini meliputi membersihkan rumah dengan air suci, memohon restu leluhur, dan doa bersama. Tujuan utamanya adalah membangun kembali hubungan spiritual dengan Tuhan dan leluhur.

Upacara Nyadran: Mengenang dan Mendoakan Leluhur

Nyadran adalah upacara adat untuk menghormati leluhur yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan.

Keluarga dan masyarakat berkumpul di pemakaman atau tempat keramat untuk ziarah dan berdoa di makam leluhur.

Nyadran melibatkan pembersihan makam, menabur bunga, dan berbagi makanan.

Tradisi ini juga menjadi waktu untuk merenung, memperkuat silaturahmi, dan mendoakan arwah leluhur agar diberi tempat yang baik di sisi Tuhan.

Tedhak Siten: Menapaki Tanah Pertama

Tedhak Siten adalah upacara yang menandai momen penting ketika seorang anak pertama kali menapaki tanah atau mulai belajar berjalan.

Dilakukan ketika anak berusia sekitar 7 bulan atau 1 tahun, upacara ini merupakan simbol langkah awal dalam kehidupan anak.

Prosesi ini melibatkan ritual seperti menyebar beras kunir atau beras putih dan melangkahi benda-benda simbolis, dengan harapan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan bermanfaat.

Ketiga upacara adat ini – Supitan, Nyadran, dan Tedhak Siten – menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai budaya dan spiritual dalam kehidupan masyarakat Jogja.

Melalui pelestarian tradisi ini, masyarakat Jogja menjaga warisan budaya mereka dan meneruskan nilai-nilai yang membentuk identitas mereka dari generasi ke generasi.

Jogja terus menjadi pusat pelestarian budaya, dan upacara-upacara ini adalah contoh nyata dari kekayaan tradisi yang hidup dan berkembang di kota ini.

Melalui pemahaman dan perayaan tradisi ini, kita bisa lebih menghargai dan melestarikan kekayaan budaya yang ada. (Gervasius Domingga Weking)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Yogyakarta #nyadran #upacara #Ritual Adat #generasi #tedhak siten #Supitan