Nama batik Sido Asih berasal dari dua kata bahasa jawa yaitu “sido” dan “asih”.
Sido diartikan sebagai jadi, terus menerus atau berkelanjutan. Sedangkan “Asih” memiliki arti sayang.
Jika digabungkan, batik sidoasih dapat diartikan sebagai perlambangan kehidupan manusia yang penuh kasih sayang, sehingga dapat menentramkan kehidupan di dunia maupun akhirat.
Motif batik ini juga sering digunakan sebagai ikon kehidupan manusia yang harmonis dalam menggapai ketentraman dunia maupun di akhirat nantinya.
Karakteristik batik ini terlihat dari polanya yang berupa semen atau semi. Pola tersebut diwakili oleh gambar tanaman atau gunung.
Tanaman menjadi lambang persemian, sedangkan gunung melambangkan tempat tanaman untuk tumbuh.
Jika ilihat secara lebih detail, maka akan terlihat juga ornamen tangkai tanaman, kuncup bunga, dedaunan, dan bahkan bunga pada batik sido asih ini.
Motif batik ini didominasi oleh warna natural dan juga klasik, karena motik batik ini termasuk motif batik klasik yang sudah berumur cukup tua.
Biasanya warna dasarnya putih dengan ornamen tumbuhan yang berwarna gelap atau hitam.
Ada juga kain sido asih punya warna dasar kekuningan, sementara motif batiknya berwarna coklat tua serta hitam.
Kain berwarna dasar putih dengan ornamen batik yang berukuran kecil biasanya diperuntukan untuk wanita.
Sedangkan untuk pria motifnya menggunakan warna dasar yang lebih gelap, seperti coklat tua dan perpaduan motif batiknya akan berwarna hitam atau coklat yang jauh lebih gelap daripada warna dasarnya.
Batik motif sidoasih ini biasanya digunakan pada saat acara-acara perwakinan.
Dengan harapan kedua pengantin bisa menjalani kehidupan barunya dengan lebih harmonis, semakin penuh rasa kasih sayang dan cinta.
Untuk pemaknaan yang lebih mendalam yaitu sering kali dikaitkan dengan hubunga percintaan antara seorang pria dan wanita.
Motif inilah yang akan membawa suatu pesan harapan bagi pasangan antara suami istri agar memberikan rasa kasih sayang yang terus dipupuk hingga akhir hayatnya.
Penulis: Akmal Haidar Alfath