Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Nila dalam Pewayangan: Sosok Kera Biru Sakti di Sisi Rama, Kalahkan Raksasa dari Kerajaan Alengka

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 2 Agustus 2024 | 21:25 WIB
Sosok Nila dalam pewayangan.
Sosok Nila dalam pewayangan.


RADAR PURWOREJO - Nila atau Anila merupakan sesosok kera dengan warna Biru Tua, pendek dan gendut.

Sesuai perwujudannya ”Nila” berarti biru tua.

Pada cerita Ramayana, dia merupakan salah satu bala tentara Sri Rama dalam perang melawan Rahwana.

Dalam kisah Ramayana Nila juga memiliki peran yang cukup penting, salah satunya adalah membantu merancang struktur dari jembatan Situbanda.

Da juga menjadi penyedia makan dan mencari rute menuju ke Alengka.


Dalam pertempuran, Nila memiliki peran penting, sebagai kepala suku vanara.

Dia merupakan panglima tertinggi dalam pasukan vanara di bawah raja vanara, yakni Sugriva.

Nila bersama para Wanara bertarung untuk mengalahkan para kashasa.

Nila berhadapan dengan Prahasta yang menggunakan senjata gada besi, Pharasta adalah seorang patih di kerajaan alengka yang berwujud raksasa.

Prahasta juga merupakan paman dari Rahwana, meskipun keduanya memiliki kesaktian yang sama, Prahasta kemudian mati di tangan Nila dengan cara menjatuhkan batu besar di kepala Prahasta.

Selain Prahasta ia juga membunuh beberapa raksasa dari kerajaan Alengka lainnya.

Selain semua yang telah dilakukan oleh Nila, ia juga mengganggu Yajna (ritual pengorbanan api) yang sedang dilakukan oleh Rahwana dengan maksud agar dirinya (Rahwana) menjadi kuat tidak terkalahkan.

Namun apa daya, Nila menggagalkan ritual tersebut dengan naik di atas kepala Rahwana, bahkan sampai mengencingi kepala Rahwana.

Dalam ceritanya, Nila merupakan anak dari Batara Narada, ia diciptakan oleh Batara Guru dari daun nila (sawo kecik) sebagai akibat dari Batara Narada yang mengejek Batara Guru yang memiliki anak kera.

Sebenarnya Batara Nadara tidak menyukai seekor kera, sehingga ia mengakui Nila sebagai anaknya, bagaimana tidak? Apabila ia terus menerus tidak mengakui Nila, Nila akan terus menempel pada tubuhnya.

Meskipun dengan fisik seperti itu dan kehadirannya yang tidak di inginkan, ia merupakan seekor kera yang cerdik.

Ia bahkan diangkat menjadi patih disalah satu kerajaan, yaitu kerajaan Gua Kiskendapura pada zamannya Prabu Sugriwa. (Aina Puspita Ningrum)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kera Biru #vanara #Rahwana #kera #Rama #Kerajaan Alengka #raksasa #wanara #Wayang #Alengka #Sri Rama #Sosok #Mengenal #pewayangan #sakti #ramayana #kalahkan #nila