Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Wayang Kulit Sasak yang Berkembang dari Suku Sasak

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 2 Agustus 2024 | 22:15 WIB
Wayang Menak Sasak.
Wayang Menak Sasak.

RADAR PURWOREJO - Wayang kulit sasak merupakan wayang kulit yang berkembang di Lombok.

Wayang ini berkembang bersamaan dengan wayang Golek di Jawa.

Kedua wayang ini sama-sama mengangkat tentang cerita Wong Menak, sehingga wayang ini kerap kali disebut sebagai wayang Menak atau wayang menak sasak.

Berbeda dari menak, nama sasak diambil dari suku yang pertama kali di kembangkan yaitu suku Sasak yang berada di Pulau Lombok.

Wayang sasak pertama kali dikenalkan dan berkembang bersamaan dalam penyebaran agama islam pada abad ke 16.

Wayang dibawa oleh Sunan Prapen, hal ini juga yang kemudian menjadi penyebab wayang ini seringkali digunakan untuk menyebarkan agama islam di Lombok.

Namun dalam beberapa cerita juga mengatakan bahwa Wayang Sasak ini di ciptakan oleh Pangeran Sangupati.

Pangeran Sangupati merupakan seorang Mubalgh (Penyampai) Islam di Lombok.

Mengutip dari salah satu artikel yang diposting oleh kemendikbud, mereka mewawancarai seorang yang mengetahui sejarah dari wayang menak sasak yaitu ”Amaq Satriah” yang mana konon di Kampung Rambitan, Lombok Selatan.

Dari cerita beliau ada seorang tokoh bernama wali Nyato yang membuat wayang sederhana dari ranting-ranting pohon yang mana hal tersebut dilandasi oleh dirinya yang pergi nonton pagelaran wayang yang ada di Jawa dan merasa takjub.

Cerita yang ia bawa pun merupakan cerita-cerita sederhana seperti guru dan murid serta cerita-cerita agama Islam.

Meskipun begitu ada beberapa sumber lain yang memiliki cerita dengan versi yang berbeda.

Cerita wayang ini mengambil cerita Menak yang mana cerita ini bersumber dari Amir Hamzah paman dari Nabi Muhammad SAW.

Dalam versi lain juga mengatakan bahwa wayang Menak berasal dari Iran yang masuk ke Indonesia melalui tanah melayu dan akhirnya menyebar kelombok.

Seperti halnya pewayangan lain wayang Sasak juga di perankan dengan berbagai tokoh seperti Rurah, Kembung, Baktak, Prabu Nursiwan, Petal Jemur dan Raden Imran.

Dalam penggerannya wayang ini dimainkan pada malam hari (Semalam suntuk) dengan menggunakan panggung pertunjukan dan membawakan berbagai cerita seperti Bidara Kawitan, Dewi Rengganis dan lain sebagainya. (Aina Puspita Ningrum)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Sasak #berkembang #kemendikbud #Wayang #wayang kulit #suku sasak #Mengenal