Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Perkembangan Kesenian Tradisional Panjidur, Saksi Sejarah Perjalanan Dakwah dan Budaya di Yogyakarta

Bahana. • Senin, 5 Agustus 2024 | 21:31 WIB

kesenian tradisional Panjidur
kesenian tradisional Panjidur
RADAR PURWOREJO - Di tengah modernisasi masa kini, Indonesia terus berupaya melestarikan warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai luhur.

Salah satunya adalah kesenian tradisional Panjidur yang berasal dari Dusun Jambon, Kulon Progo, Yogyakarta.

Panjidur, atau juga dikenal sebagai Panjidor, merupakan kesenian rakyat yang berdiri sejak tahun 1948, diprakarsai oleh Sastrodiwiryo.

Awalnya, kesenian ini berwujud tarian dengan gerakan yang sangat sederhana dimana tanpa hiasan-hiasan ragam gerak yang rumit, diulang-ulang dan miskin akan pola lantai, lalu diiringi musik dan syair sederhana.

Syair-syair tersebut berisi kiasan tentang nilai-nilai agama Islam, moral, serta ajakan untuk hidup lebih baik, sehingga Panjidur awalnya berfungsi sebagai sarana dakwah agama islam.

Panjidur juga merupakan salah satu warisan budaya yang sangat menarik.

Kesenian ini tidak hanya membawa nilai-nilai spiritual, tetapi juga mencerminkan perjalanan budaya masyarakat setempat.

Perjalanan Panjidur tak luput dari tantangan. Pada periode 1960-1970, kesenian ini sempat terhenti akibat situasi politik yang kurang kondusif.

Namun, berkat upaya pelestarian oleh masyarakat setempat, Panjidur kembali hadir pada tahun 1975 dengan gaya yang lebih segar.

Saat ini, Panjidur tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana dakwah, melainkan juga sebagai hiburan rakyat.

Pertunjukan Panjidur biasanya menggambarkan cerita dari Serat Menak, khususnya tentang Amir Ambyah atau Wong Agung Jayengrana dan para prajuritnya, dengan gerak tari yang dinamis dan simbolis.

Kesenian Panjidur sangat kaya akan makna.

Dimana tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan spiritual dan moral yang sangat relevan bagi kehidupan masyarakat.

Saat ini upaya pelestarian Panjidur terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Tidak hanya melalui pertunjukan, namun juga dokumentasi dan sosialisasi agar generasi muda dapat mengenal dan menghargai warisan budaya tak benda ini.

Dengan demikian, Panjidur diharapkan dapat terus menginspirasi dan memperkaya khazanah budaya Indonesia.


Penulis: Akmal Haidar Alfath

Editor : Bahana.
#Kulobprogo #kesenian tradisonal #Panjidur