Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ini Dia 20 Peribahasa Jawa dan Artinya, Sebagai Motto Hidup

Tastabila Maika Warditya • Selasa, 6 Agustus 2024 | 21:17 WIB

Peribahasa Jawa yang masih eksis sampai sekarang.
Peribahasa Jawa yang masih eksis sampai sekarang.


RADAR PURWOREJO - Masyarakat Jawa terkenal dengan kentalnya budaya yang beragam.

Mulai dari bahasa, tarian, pakaian hingga kepercayaan pun masih eksis sampai sekarang.

Beragam warisan tersebut masih diberikan secara turun temurun kepada generasi selanjutnya, termasuk pepatah yang dijadikan sebagai acuan hidup.

Pepatah tersebut berguna sebagai pencerminan diri agar menjalani hidup dengan benar, bukan berarti tidak melakukan kesalahan sama sekali, melainkan memperbaiki kesalahan yang pernah diperbuat.

Selain itu, pepatah jawa ini juga termasuk warisan budaya yang memiliki makna dalam untuk dijadikan inspirasi.

Berikut ini adalah pepatah jawa beserta maknanya.

1. Alon alon asal kelakon

Makna: melakukan sesuatu dengan perlahan tetapi pasti.

2. Ana dina, ana upa

Makna: di setiap perjuangan pasti terdapat hasil yang setimpal.

3. Sepi ing pamrih, rame ing gawe

Makna: bekerja keras tanpa meminta imbalan.

Baca Juga: Tak Bisa Ngasal, Visi dan Misi Calon Bupati Kebumen Harus sesuai RPJPD

4. Ajining diri saka lati, ajining raga saka buana

Makna: harga diri seseorang terdapat pada ucapannya dan penampilan seseorang dilihat dari pakaiannya.

5. Jer basuki mawa beya

Makna: semua keberhasilan membutuhkan pengorbanan.

6. Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti

Makna: kekerasan hati dan sifat murka akan kalah dengan kelembutan dan kebaikan hati.

7. Urip iku urup

Makna: hidup harus bermanfaat bagi orang lain.

8. Ngelmu iku kelakone kanthi laku

Makna: mencari ilmu diraih dengan proses dan pengalaman.

9. Witing tresna jalaran saka kulina

Makna: cinta berawal karena terbiasa.

10. Gupak pulute ora mangan nangkane

Makna: ikut dalam kesengsaraan namun tidak mendapatkan hasilnya.

11. Esuk dhele, sore tempe

Makna: orang yang mudah mengubah pendiriannya

12. Mangan ora mangan sin penting ngumpul

Makna: berkumpul itu lebih penting daripada segalanya

13. Becik ketitik ala ketara

Makna: kebaikan dan keburukan akan terlihat pada akhirnya.

14. Jalma angkara mati murka

Makna: mendapatkan kesulitan dari kemarahannya sendiri.

15. Tut wuri handayani

Makna: mengikuti dari belakang dan memberika dorongan.

16. Mikul dhuwur mendhem jero

Makna: menghargai dan menghormati orang tua

17. Diobong ora kobong, disiram ora teles

Makna: orang yang memiliki pendirian yang teguh

18. Ojo dadi watu kodhok

Makna: jangan selalu menunda nunda pekerjaan

19. Kacang ora ninggal lanjaran

Makna: sifat anak tidak akan jauh dari sifat orangtuanya

20. Kakehan gluduk kurang udan

Makna: banyak bicara namun tidak ada hasil atau bukti

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pepatah #warisan #Budaya #warisan budaya #Peribahasa Jawa #motto hidup #masyarakat jawa