Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Kumbakarna: Adik Dari Rahwana yang Memiliki Jiwa Patriotisme

Tastabila Maika Warditya • Selasa, 6 Agustus 2024 - 21:28 WIB
Sosok Kumbakarna dalam kisah Ramayana yang membela tanah Alengka.
Sosok Kumbakarna dalam kisah Ramayana yang membela tanah Alengka.

RADAR JOGJA - Kumbakarna adalah salah satu tokoh Ramayana yang perannya cukup penting.

Meskipun seringkali dianggap sebagai peran antagonis karena berada di pihak kakaknya, Rahwana, Raja Alengka yang menculik Sinta, Kumbakarna sebenarnya adalah sosok yang memiliki banyak nilai positif.

Kumbakarna adalah simbol dari kesetiaan, loyalitas dan keberanian atas pembelaan terhadap tanah kelahirannya.

Kumbakarna merupakan anak dari Resi Wisrawa dan Dewi Sukesi. Ia memiliki kakak bernama Rahwana dan adik perempuan bernama Sarpakenaka.

Ia memiliki anugerah tidur selama enam bulan dan bangun selama enam bulan.

Anugerahnya itu di dapatkan dari kesalahan kata yang dia ucapkan, seharusnya 'Indraasan' – tahta Dewa Indra, namun karena kecantikan Dewi Saraswati, ia malah mengucapkan 'Neendrasan' – tidur abadi.

Namun karena sang kakak menyayangi adiknya, akhirnya ia memohon kepada Brahma untuk membatalkan anugerah tersebut, tetapi bukannya di batalkan, justru anugerah tersebut diberi keringanan dimana Kumbakarna akan tertidur selama enam bulan dan saat tertidur kemampuannya tidak akan bisa digunakan.

Karena adik dari seorang Rahwana, Kumbakarna sering dianggap sebagai orang yang jahat, namun nyatanya ia hanyalah membela tanah air yang telah meberinya hidup yaitu tanah Alengka.

Kumbakarna sendiri tahu jika perbuatan yang dilakukan oleh Rahwana itu salah, ia juga pernah menyarankan agar kakaknya itu mengembalikan Dewi Sinta kepada Rama, namun Rahwana tidak mau dan akhirnya perang pun terjadi.

Kumbakarna yang memiliki sifat ksatria pun mau tidak mau harus maju untuk membela negaranya.

Kumbakarna banyak membunuh pasukan wanara serta prajurit pilihan dari kubu Rama.

Walaupun tubuh yang besar itu banyak membunuh pasukan Rama, pada akhirnya ia pun gugur dari pertempuran, badannya terpotong-potong menjadi beberapa bagian, kepalanya pun terpisah dari badannya berkat panah miliki Rama.

Dari perjuangan tersebut, Kumbakarna terlihat sangat mencintai negara Alengka yang membuat dirinya menjadi simbol patriotisme.

Walaupun awalnya dia berada di pihak antagonis, namun peperangan tersebut semata mata untuk membela negaranya, bukan untuk membela sang kakak, Rahwana.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Kumbakarna #sifat ksatria #tanah Alengka #tokoh Ramayana #antagonis #Jiwa Patriotisme