Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ritual Adat Yadnya Kasada di Gunung Bromo yang Menyatukan Manusia dan Alam

Bahana. • Rabu, 7 Agustus 2024 | 03:00 WIB

Ritual Adat Yadnya Kasada di Gunung Bromo
Ritual Adat Yadnya Kasada di Gunung Bromo
RADAR PURWOREJO - Setiap tahun, pada bulan Kasada dalam kalender tradisional Hindu Tengger tepatnya bulan kesepuluh dalam kalender jawa, biasanya di bulan agustus atau september dalam kalender masehi.

Ribuan orang Tengger akan berkumpul di kaki Gunung Bromo untuk melaksanakan ritual adat Yadnya Kasada. Ritual ini merupakan warisan budaya yang kuat dari masyarakat Tengger.

Yadnya Kasada adalah wujud rasa syukur dan penghormatan masyarakat Tengger kepada Sang Hyang Widhi (Tuhan) dan leluhur mereka.

Ritual ini melibatkan dua kegiatan utama: melemparkan sesajian ke dalam kawah Gunung Bromo dan mempersembahkan hasil bumi serta ternak.

Upacara ini terbuka untuk semua orang, tidak hanya bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu.

Ritual Yadnya Kasada berakar pada legenda Rara Anteng dan Joko Seger, sepasang suami-istri dari Kerajaan Majapahit.

Mereka memohon kepada Dewa agar diberikan keturunan, dan ketika doa mereka dikabulkan, mereka berjanji untuk mengorbankan salah satu anak mereka.

Setelah dikaruniai 25 anak, mereka lupa akan janji tersebut. Akhirnya, anak terakhir mereka, Raden Kusuma, rela mengorbankan diri.

Sebelum mengorbankan diri, Kusuma meminta agar persembahan tetap dilakukan setiap tanggal 15 bulan Kasada.

Ritual dimulai dengan persiapan di rumah dukun adat, diikuti upacara di Pura Luhur Poten, dan diakhiri dengan melemparkan sesaji ke dalam kawah Gunung Bromo.

Proses ini melibatkan pembacaan mantra, pengetesan dukun, dan pelantikan.

Upacara ini juga diiringi oleh musik tradisional dan tarian kolosal, serta pertunjukan seni tradisional.

Selama beberapa dekade, Yadnya Kasada telah mengalami sedikit perubahan dalam bentuk sesaji dan rangkaian acara.

Sejak tahun 1980-an, acara ini ditambahkan dengan pertunjukan tari dan musik tradisional.

Tradisi baru juga muncul, seperti pengukuhan pejabat tinggi negara sebagai warga kehormatan Tengger.

Bagi para wisatawan, Yadnya Kasada bukan hanya sekedar ritual adat, tetapi juga bagian dari festival budaya tahunan Eksotika Bromo.

Acara ini menampilkan berbagai kesenian tradisional dan pertunjukan yang menghubungkan kekayaan budaya dengan keindahan alam Bromo.

Penulis: Akmal Haidar Alfath

Editor : Bahana.
#Ritual Adat #yadnya kasada #gunung bromo #hindu tengger