Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Festival Tabuik yang Telah Menjadi Acara Tahunan di Kota Pariaman

Bahana. • Rabu, 7 Agustus 2024 | 22:11 WIB

Festival Tabuik, sebuah tradisi turun-temurun yang kaya akan makna
Festival Tabuik, sebuah tradisi turun-temurun yang kaya akan makna
RADAR PURWOREJO - Kota Pariaman di Sumatera Barat menjadi saksi bisu dari sebuah perhelatan akbar yang menyatukan ribuan hati setiap tahun.

Festival Tabuik, sebuah tradisi turun-temurun yang kaya akan makna,

Tabuik berasal dari kata "tabut" yang berarti peti kayu, merupakan representasi dari peti yang berisi potongan tubuh Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW.

Menurut legenda, peti tersebut dibawa ke langit oleh makhluk mitologi bernama Buraq.

Masyarakat Pariaman kemudian meniru bentuk Buraq yang sedang mengusung peti tersebut sebagai bentuk penghormatan dan mengenang peristiwa tragis itu.

Puncak acara Tabuik adalah saat ribuan orang bersama-sama mengarak tabuik menuju Pantai Gandoriah.

Suasana menjadi sangat meriah dengan iringan musik tradisional dan tabuhan rebana.

Ketika tabuik tiba di pantai, dilakukan ritual "hoyak tabuik" di mana tabuik diangkat dan diputar dengan penuh semangat.

Setelah itu, tabuik dilepas ke laut sebagai simbol pelepasan duka cita.

Festival Tabuik bukan hanya sekadar ritual keagamaan.

Acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat, melestarikan budaya, dan mempromosikan pariwisata.

Berbagai kegiatan pendukung seperti pameran kerajinan tangan, pertunjukan seni, dan kuliner khas Pariaman semakin menambah kemeriahan acara.

Bagi wisatawan, Festival Tabuik menawarkan pengalaman yang unik dan berkesan.

Selain menyaksikan ritual yang penuh mistis, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam Pantai Gandoriah, mencicipi kuliner khas Pariaman, serta mempelajari sejarah dan budaya masyarakat setempat.

Meskipun telah berlangsung selama berabad-abad, tradisi Tabuik menghadapi berbagai tantangan, seperti modernisasi dan pengaruh budaya luar.

Namun, masyarakat Pariaman tetap berkomitmen untuk melestarikan tradisi ini.

Berbagai upaya dilakukan, seperti melibatkan generasi muda dalam penyelenggaraan acara dan mempromosikan Tabuik sebagai warisan budaya dunia.

Festival Tabuik adalah bukti nyata bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan.

Acara ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Pariaman, tetapi juga menjadi aset berharga bagi pariwisata Indonesia.

Dengan menjaga kelestarian tradisi ini, kita turut melestarikan warisan budaya bangsa.

Penulis: Akmal Haidar Alfath

Editor : Bahana.
#acara tahunan #sumatera barat #festival tabuik #pariaman