Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pewayangan: Mengenal Raden Trigangga Putra Hanoman yang Dimanfaatkan Rahwana

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 03:34 WIB
Gambar Raden Trigangga/Trigangga (Sumber Gambar: Hadikusumo)
Gambar Raden Trigangga/Trigangga (Sumber Gambar: Hadikusumo)

RADAR PURWOREJO – Raden Trigangga atau Trihangga dikisahkan merupakan putra dari Hanoman dan Dewi Urangayung, putri Bagawan Minaludra dari pertapaan Kandabumi. Trigangga juga mempunyai saudara seayah lain ibu, putra Dewi Purwati dari pertapaan Andonsumawi bernama Bambang Purwaganti. Trigangga juga mempunyai saudara satu ibu, yaitu putra Dewi Urangrayung dengan Prabu Dasamuka, raja Alengka bernama Pratalamariyam atau biasa disebut dengan Bukbis.

Trigangga sebenarnya tinggal bersama ibu, kakek dan saudaranya di Kandabumi, namun hari demi hari benaknya berkonflik menanyakan siapa dan dimana ayah kandungnya, bagaimana rupa ayahnya, dan silsilah keluarganya. Trigangga hanya memendam hal itu, berlalunya waktu rasa ingin tahunya semakin besar dan tidak dapat dibendung lagi, akhirnya ia izin kepada Ibu dan kakeknya untuk mencari keberadaan ayahnya.

Meninggalkan pertapaan Kandabumi untuk mencari ayahnya, berangkatlah Bukbis dan Trihangga, tetapi menyasar ke Kerajaan Alengka dan bertemu dengan Prabu Rahwana atau Dasamuka.

Bukbis mengatakan maksudnya yaitu mereka berdua tengah mencari ayah mereka, melihat rupa dan bentuk bukbis Rahwana langsung mengetahui bahwa Bukbis adalah anaknya, namun ketika Trigangga maju dan menanyakan hal yang sama Rahwana terheran-heran melihat wujud Trigangga yang setengah kera.

Melihat potensi kemampuan Trigangga, Rahwana memanfaatkan kemampuan Trigangga untuk urusan pribadi dan hasratnya akan kekuasaan dan keserakahan.

Dengan tipu muslihatnya, Trigangga diperintahkan untuk menculik Ramawijaya dan Laksmana di pesanggrahan Suwelagiri. Apabila penculikan itu behasil, ia akan diakui sebagai putranya.

Dengan mempergunakan Aji Sesirep, Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana yang dimasukkan ke dalam kendaga kencana dan diserahkan kepada Prabu Dasamuka.

Perbuatan Trigangga ini diketahui oleh Hanoman yang terus mengejarnya. Perang seru terjadi antara Hanoman dan Trigangga, hinga kemudian dilerai oleh Bathara Narada.

Setelah mengetahui dirinya putra Hanoman dan telah diperalat Prabu Dasamuka, Trigangga kemudian kembali mencuri kendaga kencana berisi Prabu Rama dan Laksmana dari tangan Prabu Dasamuka untuk kemudian diserahkan kepada Hanoman.

Perbuatan Trigangga diketahui oleh Bukbis. Terjadilah perang seru antara saudara satu ibu.

Dengan bantuan Hanoman yang mempergunakan kacabengkala, Pratalamariyan yang bersenjatakan Topeng Waja dapat dibinasakan.

Trigangga kemudian mengabdikan diri kepada Sri Rama sampai perang Alengka berakhir, setelah itu kembali ke pertapaan Kandabumi.

Dalam pewayangan, Trigangga biasanya digambarkan mirip dengan ayahnya, Hanoman, namun dengan postur yang lebih muda dan lincah. Seperti ayahnya, Trigangga juga memiliki bentuk fisik setengah kera dan setengah manusia atau wanara, dengan tubuh yang kuat dan gesit. Ia sering digambarkan dengan wajah kera, namun dengan ekspresi yang lebih muda dan energik. Trigangga adalah simbol dari keberanian dan ketangguhan. Dia tidak pernah ragu untuk berjuang demi kebenaran, meskipun harus menghadapi bahaya besar.

 (Rumyanah Irvadia)

Sumber: 

- Pertunjukan wayang Ki Probo Asmoro

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Wayang Trigangga #Trigangga #pewayangan asli indonesia #wayang adalah