RADAR PURWOREJO - Dalam pewayangan, nama Duryudana terkadang muncul dengan bala Kurawa.
Lalu siapakah sosok Duryudana itu?
Duryudana merupakan sosok kurawa tertua dari 100 bersaudara.
Duryudana juga merupakan daging terbesar dari 100 potongan daging saat belum menjadi manusia.
Sesaat sebelum kelahiran Duryudana banyak tanda-tanda buruk yang mengiringi kemunculannya.
Para Brahmana merasakan tanda-tanda tersebut.
Menurut menteri kerajaan yang bernama Widura sekaligus adik dari Dretarastra, bahwa tanda-tanda buruk itu merupakan peringatan, di mana kedepannya putranya tersebut akan mengakhiri garis keturunan dari Dinasti Kuru lewat kekerasan.
Ia menyarankan agar Duryudana dibuang, namun Dretarastra sebagai ayahnya tak kuasa melakukan hal keji tersebut, karena kecintaannya terhadap kelahiran anak pertamanya.
Sebagai anak tertua, Duryudana merupakan pelindung terkuat dari saudara-saudaranya, sehingga ia cukup dihormati adik-adiknya terutama Dursasana.
Dursasana merasakan ancaman akibat kedatangan Yudistira yang mana merupakan pangeran tertua di kerajaan.
Hal tersebut berarti memungkinkan Yudistira untuk dapat mewarisi takhta kerajaan.
Semenjak saat itu Duryudana selalu dipengaruhi oleh pamannya yang bernama Sangkuni untuk menyingkirkan Para pandawa, terutama Yudistira.
Meskipun memiliki kekuatan yang besar setara dengan Bima, ia merupakan kesatria yang gampang dipengaruhi, oleh karena itu mudah bagi Sangkuni untuk menghasut Duryudana.
Kesaktian Duryudana, tidak semerta-merta ia dapatkan.
Kesatria dengan senjata gada ini mempelajari ilmu bela diri dari gurunya yaitu Krepa, Baladewa dan Drona.
Duryudana juga merupakan penjelmaan dari iblis kali.
Duryudana memperebutkan kekuasaan dengan para pandawa.
Hal ini bemula saat beranjak dewasa ia datang berkunjung ke istana Indraprastha yang didirikan oleh para pandawa dengan bantuan Kresna dan Mayasura.
Ia sangat mengagumi keindahan istana tersebut sampai mengira bahwa kolamnya sebagai lantai, hingga membuatnya tercebut dan diolok-olok oleh para pandawa kecuali Yudistira.
Setelah saat itu, ia mencari cara untuk dapat merampas harta dan kekayaan dari Yudistira, sampai akhirnya mereka bermain dadu yang membuat seluruh kekayaan Yudistira diambil oleh Duryudana.
Duryudana Juga menjadikan Adik-adiknya sebagai budak, serta istri Yudistira yang dijadikan budak dan dilecehkan.
Hal tersebut yang membuat para Pandawa terutama Bima sangat membenci Duryudana, hingga pada saat perang antara Pandawa dan Kurawa Berlangsung Duryudana berhasil dibunuh oleh Bima. (Aina Puspita Ningrum)