Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Rama Bargawa: Tokoh Wayang yang Membunuh Ibu Kandungnya Karena Menjunjung Tinggi Aturan dan Hukum

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 13 Agustus 2024 | 23:48 WIB
Illustrasi Rama Bargawa (Sumber: Hadikusumo)
Illustrasi Rama Bargawa (Sumber: Hadikusumo)

RADAR PURWOREJO – Rama Bargawa merupakan pangeran yang sakti mandraguna, memiliki watak yang sangat setia kepada ayahnya, manakala Ibunya selingkuh, Prabu Jamadagni atau ayahnya mengutus anaknya untuk membunuh ibunya, namun dari semua anaknya hanya Rama Bargawa yang taat pada hukum Maespati

Ada beberapa cerita yang mengatakan bahwa Rama Bargawa menjabat sebagai Algojo di Maespati, karena tegas dan “nindakke wajib”, dibunuh dengan senjata ramaparasu. Selain Parasu Rama Bargawa memiliki wadung dan gandewa.

Permintaan yang diminta Ramaparasu ketika diberikan kebebasan memilih apa yang ia inginkan sebagai imbalan telah meneggakan hukum dan aturan dengan membunuh ibunya:

1. Meminta Ibunya dihidupkan kembali

2. Dosa perselingkuhan ibunya dihapuskan

3. Saudaranya di waraskan kembali (Saudaranya dikutuk jadi gila karena tidak mau membunuh ibunya)

4. Dihilangkan memori perihal apa yang terjadi di Maespati yang bersifat traumatis

5. Kesaktian tiada tanding, yang hanya bisa dibunuh oleh titisan Batara Wisnu atau Batara Wisnu itu sendiri

Cerita terkenal lainnya adalah Ketika Rama Bargawa sedang berburu di Hutan seorang diri, keluarganya dibunuh habis oleh utusan Prabu Arjuna Sasrabahu, Sehingga kejadian ini memicu dendam Bargawa terhadap para ksatria.

Khususnya para ksatria kasta Brahmana. Bargawa menganggap para ksatria bertindak angkara murka dengan dalih kebaikan, Prabu Arjuna Sasrabahu yang kala itu di titisi Batara Wisnu.

Seharusnya dapat membunuh Rama Bargawa, namun gagal, karena ternyata Batara Wisnu telah “Oncat” atau keluar dari raga Arjuna Sasrabahu karena bertindak semena-mena. Batara Wisnu tidak merestui dan menyukai perbuatan tersebut dan memiilih kembali ke khayangan.

Akhirnya Rama Bargawa berkelana keliling dunia sebanyak 7 kali, ia mebabat habis ksatria yang semena mena, ia juga membuat telaga yang digunakan untuk menampung darah para ksatria yang telah ia bunuh. Ia melaksanakan sesaji di Samanta Pancaka dan melakukan banyak pertapaan agar kesaktiannya menjadi semakin tinggi dan tiada tanding.

Rama Bargawa pernah Hampir Mati dibunuh Ramawijaya, namun gagal karena kesaktian Bargawa lebih tinggi dari Ramawijaya saat itu. Akhirnya setelah sesi berekelanya selesai Rama Bargawa memutuskan untuk mendedikasikan ilmunya kepada orang lain, atau singkatnya ia ingin mengajarkan ilmu-ilmu yang dia miliki sehingga ia menjadi Guru dari Durna/Drona, Dewabrata, Karna, dan Bisma.

Ia pernah bertikai dan bertempur melawan muridnya sendiri yaitu Bisma, awalnya ada wanita cantik jelita bernama Dewi Ambo yang jatuh cinta pada Bisma dan ingin menjadikan Bisma sebagai suaminya.

Namun lamaran dari Dewi Ambo ini selalu ditolak karena Bisma telah melaksanakan sumpah kepada Ayah dan Ibu tirinya bahwa ia tidak akan menikah, namun Dewi Ambo tidak mengindahkan penolakan ini dan mengadu kepada gurunya sekaligus juga guru Bisma, yaitu Rama Bargawa, mendapat aduan dari Dewi Ambo, Rama Bargawa menasehati Bisma untuk mencabut saja sumpahnya.

Karena toh anak dari ibu tirinya yang akan menjadi raja, dan Bisma harus memikirkan juga kebahagiaannya sendiri, menurut Rama Bargawa, Dewi Ambo merupakan kandidat calon istri yang sangat cocok dengan Bisma, karena parasnya yang ayu serta kemampuannya yang sakti dan menguasai beberapa ajian akan melengkapi Bisma dengan sempurna, namun karena tolakan-tolakan yang terus menerus Rama Bargawa menjadi geram dan akhirnya bertempur satu lawan satu dengan Bisma, hasilnya ia kalah melawan muridnya sendiri, karena kekalahannya ini Bisma meminta gurunya agar berhenti membujuknya untuk menikah.

Setelah lama hidup di Mayapada akhirnya Bargawa memutuskan untuk Muksa, dan berhasil muksa sebagai Dewa di Khayangan.

(Rumyanah Irvadia)
Sumber:
-https://tokohpewayanganjawa.blogspot.com

Editor : Iwa Ikhwanudin
#brahmana #arjuna #Tokoh wayang #pewayangan #batara wisnu