Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tokoh Pewayangan Prabu Matswapati: Raja Wirata yang Adil dan Bijaksana

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 15 Agustus 2024 | 10:24 WIB
Gambar Prabu Matswapati (Sumber Gambar: Lakon wayang)
Gambar Prabu Matswapati (Sumber Gambar: Lakon wayang)

RADAR PURWOREJO – Matswapati merupakan Raja Negara Wiarata, Putra dari Prabu Basupariwara dengan Dewi Yukti. Pada masa mudanya Prabu Matswapati bernama Durgandana , Ia mempunyai seorang saudara kandung bernama Dewi Durgandini/Dewi Setyawati yang menjadi istri Resi Palasara, dari Pertapaan Srengga.

Matswapati adalah raja agung negara Wirata, seorang raja yang memerintah segala raja (Rajanya para raja). Negara Wirata bisa dibilang sebagai negara tertua pada zaman Purwa. Prabu Matswapati juga dikenal sebagai raja yang memerintah dengan adil dan bijaksana, mengutamakan kepentingan rakyatnya di atas segalanya.

Prabu Matswapati menikah dengan Dewi Rekatawati/Ni Yutisnawati, putri angkat Resi Palasara dan Dewi Durgandini. Dari perkawinan tersebut, ia memperoleh 4 (empat) orang putra bernama : Resi Seta, Raden Utara, Raden Wratsangka dan Dewi Utari. Selain pernikahannya dengan Dewi Rekatawati, Prabu Matswapati juga menerima pengabdian dari lima saudara angkatnya: Kencaka, Upakeca, Rajamala, Setatama, dan Gandawana.

Diceritakan bahwa ketika masa pengasingan pandawa yang berlangsung selama 12 tahun akibat tipu daya yang dilakukan Sengkuni, para Pandawa pernah singgah ke Wirata, saat itu Yudhistira yang tengah menyamar mendapatkan atensi dari sang Raja, melihat luasnya wawasan dan perilaku Yudhistira menjadikan Prabu Matswapati sangat sayang pada keluarga Pandawa. Bahkan di dalam perang Baratayuda ia memihak Pendawa dan menjadi pemimpin serta penasihat mereka. Melawan pasukan kurawa.

Saking sayangnya Matswapati terhadap Pandawa, ia memerintahkan darah dagingnya untuk terjun langsung dalam perang besar Baratayudha, mereka berganti-ganti memimpin perang yang sangat besar tersebut, namun sayangnya ketiga-tiganya tewas berturut-turut dalam perang tersebut sehingga Prabu Matswapati kehilangan ketiga putra nya, sedangkan putri satu-satunya yaitu Dewi Utari diperistri oleh Raden Angkawijaya.

Dalam pewayangan jawa diceritakan bahwa Prabu Matswapati hidup sangat lama, bahkan melampaui lima generasi, dari masa Resi Palasara hingga masa Prabu Parikesit.

Ia dikenal sebagai penguasa yang bijaksana dan adil, ia mewarisi kebijaksanaan dari keluarganya dan mengabdi kepada rakyatnya dengan penuh dedikasi. Setelah Prabu Parikesit, cucunya dari Dewi Utari dan Abimanyu, dinobatkan sebagai raja Astinapura menggantikan Prabu Kalimataya, Prabu Matswapati merasa tugas hidupnya telah selesai.

Dari Prabu Matswapati, kita bisa belajar tentang pentingnya kebijaksanaan dalam kepemimpinan. Kepemimpinan yang adil dan bijaksana mampu membawa kesejahteraan bagi semua pihak dan menyelesaikan konflik dengan cara yang damai. Selain itu, kisahnya mengajarkan kita untuk selalu mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi.

(Rumyanah Irvadia)
Sumber:
-pertujunkan wayang ki probo asmoro

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Pandawa #Baratayuda #Tokoh wayang #pewayangan #Matswapati