Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Batara Basuki, Sosok Setia yang Menemani Batara Wisnu di Setiap Ruang dan Waktu

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 02:17 WIB
Illustrasi Wayang Batara Basuki (Sumber Gambar: Pitoyo)
Illustrasi Wayang Batara Basuki (Sumber Gambar: Pitoyo)

RADAR PURWOREJO - Basuki dalam Bahasa jawa memiliki arti keselamatan, Sebagai lambang kesucian atau keselamatan, ia ditakdirkan untuk terlepas dan terluput dari segala keburukan dan kesalahan yaitu pada lakon wahyu purba sejati.

Batara Basuki dikenal juga dengan nama Batara Wasu Ia merupakan putra Bathara Wismanu, keturunan dari Sanghyang Taya, adik Sanghyang Wenang.

Batara Basuki sering kali digambarkan sebagai sosok ular naga besar yang kuat dan sakral. Tubuhnya panjang dan melingkar, dengan kulit yang berkilauan dan bersinar. Ada juga yang mengatakan bahwa ia berwujud sebagai Ular putih. Dikisahkan bahwa Batara Basuki sangat tekun melakukan pertapaan sehingga mendapat anugrah dewata berupa Aji Kawrastawan sehingga dapat beralih rupa menjadi manusia, dapat bertingkah laku, beradat-istiadat serta berbicara seperti manusia. Batara Basuki berperan dalam cerita "Samudra Manthana" atau "Pengadukan Air Kehidupan atau Keabadian", di mana ia digunakan sebagai tali oleh para dewa dan asura untuk mengaduk lautan guna mendapatkan amrita (air kehidupan).

- Peranannya dalam cerita ini menunjukkan kekuatan dan kesetiaannya dalam membantu para dewa mendapatkan sumber kehidupan abadi.

Meskipun bentuk fisiknya menyerupai naga, Batara Basuki juga digambarkan memiliki aura yang suci dan menenangkan, yang melambangkan perlindungan dan kekuatan. Batara Basuki juga merepresentasikan kesetiaan dan pengorbanan untuk kebaikan umat manusia. Ia dikenal sebagai pelindung yang setia dan penjaga keseimbangan alam

Cerita Terkenal mengenai Batara Basuki adalah, Ia selalu menitis dimanapun Batara Wisnu menitis. Batara Basuki memang dikenal sebagai pengikut setia Batara Wisnu, Kesetiaan ini tidak perlu diragukan lagi, disebutkan ia juga bersumpah akan mendampingi, mendukung, dan membantu Batara Wisnu, baik di Khayangan, maupun Mayapada (dunia para manusia).

1. Awatara atau Menitis pada Baladewa

Dalam pewayangan Jawa, Baladewa adalah saudara Prabu Kresna. Prabu Baladewa yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra atau Maekah. Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, puteri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati atau Pujawati dari negara Mandaraka.

Diceritakan bahwa atas kebaikan yang dilakukan Baladewa, Batara Basuki menitis pada raga Baladewa, hal ini juga bertepatan dengan menitisnya Batara Wisnu pada Raga Raden Kresna. Dengan penitisan Batara Basuki, sehingga pada masa tuanya, Prabu Baladewa terhindar dari pertikaian keluarga yang berperang dalam Bharatayuda.

2. Awatara atau Menitis pada Laksmana

Laksmana atau Lesmana merupakan putera ketiga Raja Dasarata yang bertahta di kerajaan Kosala, dengan ibu kota Ayodhya. Kakak sulungnya bernama Raden Rama Wijaya, kakak keduanya bernama Bharata, dan adiknya sekaligus kembarannya bernama Satrugna. Di antara saudara-saudaranya, Laksmana memiliki hubungan yang sangat dekat terhadap kakaknya, Rama. Mereka bagaikan amplop dan perangko yang tak terpisahkan. Ketika Raden Rama menikah dengan Dewi Sinta, Laksmana juga menikahi adik Dewi Sinta yang bernama Urmila.

Jika Batara Wisnu menitis pada Raga Rama Wijaya, maka Batara Basuki menitis sebagai adiknya, yaitu Laksmana, ketika Rama Wijaya menjalani pengasingan ke Hutan bersama Dewi Sinta, Laksmana senantiasa mendapinginya.

Sungguh kesetiaan yang besar bukan? Kesetiaan dan Pengabdian Batara Basuki kepada Batara Wisnu memang top tier.

Sebagai penitisan pada tokoh-tokoh utama seperti Laksmana dan Baladewa, ia menunjukkan bagaimana kekuatan batin dan kesetiaan dapat membawa kedamaian dan keseimbangan. Kekuatan, kebijaksanaan, dan sifat pengorbanannya memberikan pelajaran moral yang mendalam tentang nilai-nilai luhur dalam kehidupan. Sebagai penjaga alam dan pelindung, Batara Basuki mengajarkan pentingnya menjaga harmoni dan keseimbangan dalam semua aspek kehidupan.

(Rumyanah Irvadia)
Sumber:
- Ki Purbo Asmoro dan berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Basuki #batara #setia #Wayang #Sosok