RADAR PURWOREJO - Dasarata merupakan raja yang tak terkalahkan.
Dasarata Lahir dari pasangan Resi Kasyapa dan Dewi Aditi yang sudah sangat tua.
Hal ini terjadi sebagai bentuk kemurahan hati Dewa Wisnu yang menjawab doa kedua pasangan suami isteri yang usianya sudah senja itu.
Kelahiran Dasarata menjadi anugerah tersendiri bagi kedua orang tuanya, Resi Kasyapa dan Dewi Aditi.
Sejak muda, Dasarata sangat terampil memanah.
Kepekaannya tajam, dia dapat memanah sesuatu dengan tepat hanya dengan mendengarkan suara dari kejauhan.
Dasarata pandai berburu.
Suatu malam, Dasarata tengah berburu di hutan.
Ketika duduk di tepi Sungai Sarayu, ia mendengar suara gajah yang sedang minum.
Tanpa melihat sasarannya ia melepaskan anak panahnya kemudian langsung mendengar suara aduh dari seorang manusia.
Mendengar hal tersebut ia berjalan ke arah mangsanya dan mendapati seorang pertapa muda tergeletak tak berdaya. Pertapa tersebut bernama Srawana.
Srawana kemudian mencaci maki Dasarata yang tega membunuhnya.
Lalu dia berkata bahwa kedua orang tuanya buta dan sedang menunggunya membawakan air.
Seketika itu dia menyuruh Dasarata untuk melanjutkan tugasnya.
Akhirnya Dasarata melakukan permintaan terakhir dari Srawana sekaligus meminta maaf pada kedua orang tua Srawana.
Dasarata kemudian membantu orang tua Srawana untuk melihat anaknya dan memberikan upacara yang layah bagi Srawana.
Karena kesedihan yang besar kedua orang tua Srawana yang sudah renta serta buta tersebut memilih untuk meleburkan diri bersama-sama ke dalam api pembakaran.
Dan sebelum melompat ke dalam kobaran api, Ayah dari Srawana mengutuk Dasarata.
Yang mana Dasarata akan mati di dalam kesedihan karena ditinggalkan oleh putranya yang paling dicintai dan diharapkan.
Saat memimpin Ayodya, Prabu Dasarata dikenal sebagai raja tak terkalahkan yang besar lagi pemurah.
Di dalam kepemimpinannya tidak satupun dari angkatan perangnya yang kalah dari pertempuran sehingga ia menjadi seseorang yang ditakuti diberbagai negara.
Ia menikah dengan tiga permaisuri yaitu Kosalya, Kekayi dan Sumitra.
Ia akhirnya memiliki anak dari Yadnya yang dipimpin oleh Resi Srengga, dari ritual tersebut.
Dia mendapatkan oayasam berisi air suci yang kemudian setiap tegukan air itu akan menjadi anak.
Istrinya yang bernama Kosalya dan Kekayi meminum seteguk sehingga mereka masing-masing memiliki seorang anak dan Sumitra meminum dua teguk sampai habis dan memiliki bayi kembar.
Oleh karena itu Dasarata memiliki empat orang anak yaitu Rama, Bharata, Laksamana dan Satrugna.
Seperti yang diramalkan di masa mudanya ia mati di dalam kesedihan.
Meratapi masa kelam dan dosa-dosa yang telah ia perbuat dan bersedih karena anaknya yang sangat ia harapkan menjadi putra mahkota yaitu Ramawijaya terpaksa diasingkan karena tuntutan istri termudanya yang bernama Kekayi.
Dia juga membenci Kekayi dan tidak sudi apabila Kekayi mendekatinya sampai akhir hayatnya. (Aina Puspita Ningrum)
Editor : Meitika Candra Lantiva