RADAR PURWOREJO - Karna memiliki berbagai sebutan seperti Suryaputram Basukarna, dan Adipati Karna.
Karna merupakan anugrah yang didapatkan oleh ibunya yaitu Dewi Kunti.
Karna didapat dari kesaktian milik ibunya yang bernama Adityahredaya.
Di mana pada saat itu Dewi Kunti mencoba sebuah matra dan berkonsentrasi pada dewa Surya atau Dewa Matahari.
Dewa Matahari tersebut muncul dengan memberikannya seorang Putra.
Dewi Kunti tidak menginginkannya karena sebenarnya ia hanya mencoba mantra itu.
Namun hal itu membuat Surya menyatakan dengan tegas bahwa Adityahredaya bukan sebuah mainan, dan membuat Kunti mengandung.
Namun Surya membantunya untuk segara melahirkan dan memulihkan kembali keperawanan Kunti.
Dalam bahasa sansekerta Karṇa bermakna "telinga" yang membuat banyaknya salah sangka yang mengira bahwa Karna lahir dari telinga Kunti namun Karna sebenarnya amemiliki banyak arti seperti terampil dan atau Mahir.
Karna merupakan wujud dari titisan Batara Narada bukan dari Kresna yang sering kali diceritakan oleh banyak orang.
Ia lahir dengan anting dan baju perang lengkap dari ayahnya yang melindunginya hingga dewasa.
Demi menjaga martabat ibunya, ia dibuang ke dalam sungai yang kemudian ditemukan oleh seorang kusir kerajaan Kuru.
Hal ini lah yang menjadi penyebab ia memiliki beberapa julukan lainnya.
Meskipun hidup di dalam keluarga kusir, ia tetap memiliki jiwa seorang Ksatria.
Karena jiwa Ksatria inilah akhirnya dia diikutkan ke perguruan Drona yang saat itu sedang mengajarkan para Pandawa dan Kurawa.
Kendati begitu, ditolak oleh Drona karena ia hanya mau mengajarkan para Ksatria akhirnya ia menyamar menjadi seorang Brahmana Muda agar mendapatkan guru.
Akhirnya Karna diajarkan oleh Guru dari Drona yang berarti lebih hebat dari Drona.
Namun hal tersebut juga menjadi malapetaka baginya karena setelah tau penyamarannya, gurunya mengutuknya dimana saat nanti ia melawan musuh terberatnya ia akan melupakan seluruh ilmu yang dimilikinya.
Karna di dalam hidupnya memiliki berbagai sumpah seperti bersumpah untuk hidup menjadi seorang Dermawan dan mengabdikan diri kepada Duryodana.
Karna di dalam hidupnya pernah menculik calon Istri dari Duryodana yang bernama Surtikanti putri Salya.
Dimana mereka sebenarnya sudah terlibat hubungan Asmara sebelumnya.
Karna kemudian ditangkap oleh Arjuna yang mana keduanya dilerai oleh Narada dengan menceritakan kisah pembuangan Karna.
Mereka berdua kemudian berkerjasama dalam menumpas pemberontakan Kalakarna Raja Awangga dan merupakan seorang bawahan dari Duryodana, karena jasanya tersebut ia kemudian mendapatkan Surtikanti sebagai istrinya.
Setelah menikah ia mendapatkan dua putra yaitu Warsasena dan Warsakusuma. (Aina Puspita Ningrum)