RADAR PURWOREJO - Bertelinga kendi itulah arti nama dari Kumbakrana jika dilihat dari bahasa sansekerta.
Kumbakrana digambarkan sebagai sosok ksatria gagah perkasa dengan wajah raksasa yang menyeramkan.
Ia dikenal dengan 7 nilai karakter luhur meskipun ia membela kakaknya yang jahat bernama Rahwana.
Tujuh nilai luhur tersebut adalah Tekun, Tanggung jawab, peduli sosial, nasionalis, cinta tanah air, Jujur, dan pekerja keras.
Ini yang membuatnya menjadi orang yang sangat disegani dan mencadi cikal bakal ia membantu Rahwana melawan Sri Rama.
Meskipun Gagah berani dan bringas ia memiliki sebuah kelemahan yakni tidur dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu 6 bulan dan hanya bangun selama 6 bulan juga.
Saat tertidur tidak satupun dari kekuatannya dapat digunakan.
Meskipun terlihat sebagai sebuah kutukan peristiwa ini merupakan anugrah yang diberikan oleh Dewa Brahma, pada saat itu Kumbakrana melakukan sebuah tapa brata bersama dengan saudaranya yaitu Rahwana.
Tapa brata itu memunculkan Dewa Brahma yang berkenan dengan pemujaan mereka.
Saat giliran Kumbakrana melakukan permohonan ia memohon "Indrāsan" (takhta Dewa Indra), ia malah dibengkokan lidahnya oleh Dewi Saraswati.
Lidah Kumbakarna masuk ke dalam mulut akhirnya kata yang terucap "Nīndrasan" (tidur abadi) yang langsung dikabulkan oleh Brahma.
Namun karena merasa kasihan kepada adiknya, Rahwana meminta Brahma untuk membatalkan anugerah tersebut.
Permintaan Brahmana hanya diringankan, bahwa ia akan tidur selama enam bulan dan bangun selama enam bulan.
Meskipun memiliki perawakan yang bringas.
Kumbakarna memiliki hati yang baik, ia selalu menasehati kakaknya karena berbuat kejahatan.
Namun dalam banyak pertempuran ia selalu membela Alengka karena ia merupakan seseorang dengan jiwa nasionalis yang tinggi. (Aina Puspita Ningrum)