Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Antara Batari Uma dan Batari Durga, Tokoh Penting Pewayangan dalam Mitologi Jawa dan Hindu

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 24 Agustus 2024 - 04:43 WIB
Illustrasi Batari Durga (kiri) Batari Uma (Kanan) Sumber: Pitoyo dan Hadikusumo
Illustrasi Batari Durga (kiri) Batari Uma (Kanan) Sumber: Pitoyo dan Hadikusumo

RADAR PURWOREJO - Batari Uma dan Batari Durga adalah tokoh-tokoh yang penting dalam mitologi Jawa dan Hindu, khususnya dalam konteks pewayangan. Mereka sering kali digambarkan sebagai dua aspek yang berbeda dari sosok yang sama. Berikut adalah profil lengkap keduanya dan penjelasan tentang hubungan mereka:

Batari Uma

Batari Uma juga dikenal sebagai Parwati, Sati, atau Umah merupakan Dewi dalam pewayangan Jawa istri dari Batara Guru atau Dewa Siwa dalam mitologi Hindu atau beberapa kali dikenal dengan Sanghyang Manikmaya Uma sering dianggap sebagai personifikasi dari Dewi Parwati, istri Dewa Siwa, yang melambangkan kesuburan, cinta, kecantikan, dan pengabdian.

Batari Uma adalah dewi yang berhubungan erat dengan Batara Guru, penguasa para dewa. Dia dikenal sebagai dewi yang lembut, penuh kasih, dan setia kepada suaminya. Dalam beberapa cerita, Batari Uma juga melambangkan alam yang indah, ketenangan, dan keharmonisan. Dia dipuja sebagai ibu yang melindungi dan memberi kehidupan.

Batari Uma sering digambarkan sebagai wanita cantik dengan aura keibuan dan anggun. Penampilannya biasanya dilengkapi dengan pakaian yang indah, dan dia sering digambarkan membawa bunga atau simbol kesuburan lainnya.

Batari Durga

Batari Durga juga dikenal sebagai Dewi Durga dalam mitologi Hindu, merupakan Dewi dalam mitologi Hindu dan pewayangan Jawa. Pada dasarnya, Batari Durga adalah manifestasi lain dari Batari Uma, tetapi dalam bentuk yang lebih ganas dan menakutkan. Ia dititahkan untuk Menikahi Raksasa bernama Batara Kala dan menjadi Ratu di Dunia para mahluk seperti Jin dan Raksasa.

Batari Durga adalah dewi yang melambangkan kekuatan destruktif dan perang. Dia dipuja sebagai pelindung dari kejahatan, tetapi juga ditakuti karena sifatnya yang keras.

Dalam mitologi Hindu, Durga adalah sosok yang sangat kuat dan bertempur melawan demon-demon untuk melindungi dunia. Dalam pewayangan Jawa, Batari Durga sering dihubungkan dengan aspek yang lebih gelap dan sering dianggap sebagai simbol dari kehancuran atau penderitaan.

Batari Durga biasanya digambarkan dengan wajah yang lebih menakutkan dan tubuh yang dihiasi dengan senjata. Dia sering digambarkan menunggangi singa atau harimau, dengan banyak tangan yang masing-masing memegang senjata.

Kaitan Antara Batari Uma dan Batari Durga

- Dua Sisi dari Sosok yang Sama: Batari Uma dan Batari Durga pada dasarnya adalah dua aspek dari sosok yang sama, yakni istri dari Batara Guru atau Siwa. Batari Uma melambangkan aspek lembut, penuh kasih, dan subur, sementara Batari Durga melambangkan aspek keras, kuat, dan destruktif. Ini mencerminkan dualitas alam: penciptaan dan penghancuran, yang kedua-duanya diperlukan dalam siklus kehidupan.

Baca Juga: Terdampak Tol Jogja-Bawen, 45 Bidang Tanah Dibayarkan Rp 21,17 Miliar
- Transformasi: Dalam beberapa cerita, Batari Uma berubah menjadi Batari Durga sebagai hasil dari kemarahan atau sebagai respons terhadap kejahatan yang harus dihancurkan. Misalnya, ketika Batari Uma marah terhadap suaminya atau terhadap situasi yang tidak adil, dia bisa berubah menjadi Batari Durga untuk menunjukkan kekuatan dan kemarahannya.

- Simbolisme: Kaitan antara keduanya juga melambangkan bahwa setiap entitas memiliki sisi baik dan buruk, atau lembut dan keras, dan bahwa keduanya adalah bagian yang tak terpisahkan dari alam semesta. Batari Uma dan Batari Durga bersama-sama mewakili dualitas ini.

Dengan demikian, Batari Uma dan Batari Durga merupakan dua manifestasi dari energi yang sama, yang diakui baik dalam mitologi Hindu maupun dalam pewayangan Jawa. Keduanya memainkan peran penting dalam mengajarkan tentang keseimbangan antara kebaikan dan kekuatan, serta pentingnya memahami kedua aspek tersebut dalam kehidupan.

(Rumyanah Irvadia)
Sumber: Learning Javanesse Puppet

Editor : Iwa Ikhwanudin
#mitologi #batari durga #Tokoh #jawa #pewayangan #Hindu #Batari Uma