Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Prabu Dewata Cengkar: Seorang Raja yang Gemar Menyantap Daging Manusia

Tastabila Maika Warditya • Selasa, 27 Agustus 2024 | 20:24 WIB
Ilustrasi Prabu Dewata Cengkar yang sedang bertemu Aji Saka.
Ilustrasi Prabu Dewata Cengkar yang sedang bertemu Aji Saka.

RADAR PURWOREJO - Prabu Dewata Cengkar merupakan raja dari Kerajaan Medang Kamulan.

Ia digambarkan sebagai sosok yang biadab dan suka menindas.

Badannya yang besar, giginya yang panjang dan tajam pun ditakuti para warga karena ia memiliki keturunan raksasa dari bangsa denawa.

Namun selain sifatnya yang buruk, raja ini juga memiliki kebiasaan memakan daging manusia di setiap bulan purnama.

Petaka ini terjadi bukan tanpa sebab, Prabu Dewata Cengkar saat muda tidak pernah menunjukan kekejaman yang merugikan para rakyat.

Wilayah kekuasaan di Medang Kamulan juga termasuk wilayah yang subur karena terletak di Sungai Brantas yang mampu menumbuhkan apapun di atas tanahnya.

Hasil pertanian dinilai cukup melimpah dan membuat rakyat hidup secara berkecukupan. Namun, tibalah malapetaka datang dari dapur kerajaan.

Saat itu sang koki ingin memasak sesuatu untuk dimakan Dewata Cengkar, namun ia tak sengaja memotong jari kelingkingnya sehingga masuk ke dalam masakan tersebut.

Tidak disangka, ternyata hidangan tersebut langsung dimakan oleh Dewata Cengkar yang membuat sang raja sangat menyukai hidangan tersebut.

Dari situlah malapetaka datang kepada rakyatnya, Dewata Cengkar tak cukup memakan 1 daging saja, ia mau daging manusia yang banyak.

Daging yang diinginkan oleh Dewata Cengkar pun bukan daging manusia biasa, namun daging dari seorang perjaka yang masih muda dan sehat.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Abimanyu: Sosok Ksatria yang Rela Berkorban dalam Perang Barathayuda

Saat itu sedang bulan purnama, dan patihnya yang bernama Jugul Muda gagal membawa perjaka untuk santapannya.

Kemudian, Aji Saka pun datang karena telah mendengar kekejaman Dewata Cengkar yang semena-mena terhadap rakyatnya.

Aji Saka menantang Dewata Cengkar untuk bertarung, Dewata Cengkar yang kewalahan akhirnya dililit oleh Surban Ajisaka kuat-kuat.

Tubuhnya yang sudah terlilit itu akhirnya dilempar oleh Aji Saka jauh ke laut selatan dan hilang ditelan gulungan ombak.

Aji Saka yang mampu melenyapkan Dewata Cengkar pun diangkat menjadi raja Medang Kamulan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#raja #Prabu Dewata Cengkar #Budaya #Wayang #Tokoh wayang #pewayangan