RADAR PURWOREJO - Kesenian Indonesia memang tak ada habisnya untuk dibicarakan, selalu ada pembahasan yang muncul di setiap langkah.
Tidak terkecuali para tokoh Punakawan, tapi untuk kali ini kita tidak akan membahas Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong. Melainkan Punakawan dalam budaya Bali yaitu Sangut, Dalem, Tualen, dan Merdah.
Tokoh Punakawan ini berasal dari kisah pewayangan di tanah Bali. Katakter di setiap tokohnya pun berbeda-beda.
Namun perbedaan inilah yang membuat para tokoh Punakawan dijadikan bahan untuk merenungi sifat-sifat dalam diri. Daripada penasaran, yuk kita kenalan!
1. Sangut
Dalam pewayangan Bali, tokoh Sangut ini sering melemparkan guyonan yang membuat orang-orang tertawa.
Di antara Punakawan yang lain, tubuh Sangut yang paling kurus, namun memiliki perut yang membuncit.
Ciri khas dari Sangut ialah tubuhnya yang berwarna kuning serta bibirnya yang monyong. Dalam pementasan, Sangut sering muncul bersama Delem.
2. Delem
Dalam kisahnya, wayang Delem merupakan tokoh yang angkuh serta licik. Ia hanya akan bersikap baik saat di hadapan raja atau ksatria.
Sedangkan dengan orang biasa dia akan mengeluarkan sifat buruknya. Delem memiliki tubuh yang pendek, matanya juling serta terdapat gondok di lehernya.
Jika Sangut berwarna kuning, maka Delem berwarna merah. Keduanya merupakan tokoh Punakawan yang sifatnya buruk.
3. Tualen
Tualen merupakan tokoh yang hampir mirip dengan Semar, ia merupakan ayah dari anggota Punakawan lainnya.
Tualen digambarkan sebagai sosok orang tua dengan wajah jelek serta kulitnya yang berwarna hitam.
Meski begitu, Tualen merupakan sosok yang bijaksana, sopan, dan suka memberi petuah bijak kepada yang lainnya.
4. Merdah
Merdah merupakan salah satu wayang yang memiliki sikap toleransi cukup tinggi, ia juga gemar berinteraksi dengan siapa saja tanpa pandang bulu.
Merdah dikisahkan sebagai anak dari Tualen, namun tidak sedikit juga yang bilang jika Merdah merupakan adiknya. Dalam pementasan pun Merdah sering muncul bersama Tualen.
Dalam pewayangan Bali, Punakawan ini juga dibagi menjadi 2, yaitu Sangut dan Delem yang mempunyai sifat buruk.
Mereka merupakan tokoh antagonis dimana Delem yang sifatnya angkuh dan bermuka dua. Disisi lain, Sangut memang tidak memiliki sifat yang buruk, namun dirinya berada di pihak sang kakak yang membuat Sangut masuk ke dalam tokoh antagonis.
Berbeda dengan Tualen dan Merdah yang sifatnya baik. Mereka berdua merupakan ayah dan anak, serta bisa menjadi kakak dan adik yang saling mengayomi.
Keduanya memang digambarkan sebagai sosok yang seram, namun perilakunya yang positif membuat mereka masuk ke dalam tokoh protagonis.
Tualen yang senang memberi petuah dan Merdah yang taat kepada nasihat Pemberian Tualen.