RADAR PURWOREJO - Batara Asmara dikenal sebagai Dewa Cinta atau Dewa Kasih Sayang.
Dia adalah sosok dewa yang memegang peran penting dalam menjaga cinta dan kasih sayang di antara pasangan pria dan wanita.
Dewa yang berparas rupawan ini merupakan putra ketiga dari Sang Hyang Manikmaya dan Dewi Umarakti, serta memiliki dua saudara kandung, yaitu Sang Hyang Cakra dan Sang Hyang Mahadewa.
Selain itu, Batara Asmara juga memiliki enam saudara seayah yang lahir dari Dewi Umayi, yaitu Sang Hyang Sambo, Sang Hyang Brahma, Sang Hyang Indra, Sang Hyang Bayu, Sang Hyang Wisnu, dan Batara Kala.
Sebagai Dewa Cinta, tugas utama Batara Asmara adalah melindungi dan memelihara cinta kasih di antara sepasang kekasih serta pasangan suami istri.
Ia berperan menjaga agar pasangan-pasangan tersebut selalu diliputi oleh perasaan cinta, kesetiaan, dan kebahagiaan.
Setiap kata dan gerak-gerik Batara Asmara memancarkan aura kasih yang dapat memikat siapa pun di sekitarnya, dan membuatnya dijuluki sebagai dewa yang sangat mempesona.
Tempat tinggal Batara Asmara berada di Kahyangan Mayaretna, sebuah lokasi di kahyangan yang penuh keindahan.
Selain menjaga cinta, ia juga mendapat tugas dari Sang Hyang Manikmaya untuk memberikan pahala kepada keturunan Witaradya, para kesatria agung dan raja penguasa dunia.
Dalam kisah pewayangan Batara Asmara tidak hanya dikenal karena ketampanannya, tetapi juga karena ia menguasai berbagai ilmu kesaktian.
Salah satu ajiannya yang paling terkenal adalah Aji Pangabaran, serta ajian lain yang dikenal dengan nama Asmaragama, Asmaratantra, dan Asmaraturida.
Ajian-ajian ini menjadi simbol dari keahlian Batara Asmara dalam seni bercinta dan hubungan kasih sayang.
Aji Asmaragama yang dimiliki Batara Asmara bahkan diajarkan kepada dua tokoh besar dalam pewayangan, yaitu Prabu Arjunasasra, Raja Maespati, dan Arjuna, ksatria Pandawa yang dikenal sebagai pria tangguh yang memikat.
Ilmu ini dikenal sebagai ajian yang membuka rahasia hubungan suami istri, memberikan pemahaman mendalam tentang seni cinta kasih.
Bagi mereka yang menguasai ilmu ini, hubungan asmara akan semakin harmonis, menjadikannya ahli dalam seni bercinta.
Selain Asmaragama, ajian Asmaratantra dan Asmaraturida juga diajarkan oleh Batara Asmara kepada Sri Kresna, Raja Dwarawati, yang dikenal sebagai sosok bijaksana dan pemimpin yang besar.
Kedua ilmu ini memiliki makna yang mirip dengan Kamasutra, sebuah ajian yang mendalami hubungan suami istri dan memperkaya kehidupan asmara.
Di dunia pewayangan, Arjuna, ksatria Pandawa, dijuluki sebagai lelananging jagat atau jagoning dewa karena keahliannya dalam bertempur sekaligus keahlian dalam seni asmara.
Arjuna menjadi salah satu tokoh yang beruntung mendapatkan ajian dari Batara Asmara, menjadikannya sosok yang tangguh dalam segala aspek kehidupan, baik sebagai kesatria maupun dalam urusan cinta.
Batara Asmara, dengan ajian-ajiannya yang mendalam, tidak hanya dikenal sebagai Dewa Cinta, tetapi juga sebagai simbol dari keharmonisan, kasih sayang, dan keahlian dalam seni cinta yang terus diwariskan dalam cerita-cerita pewayangan.
Editor : Winda Atika Ira Puspita