RADAR PURWOREJO - Dalam epik Mahabharata, Srikandi dikenal sebagai sosok yang memiliki sifat androgini, dengan kisah perubahan gendernya yang berbeda-beda dalam berbagai versi.
Salah satu versi menceritakan bahwa ketika masih muda, Srikandi menemukan sebuah puspamala, karangan bunga yang merupakan pemberian Amba yang tergantung di atas gerbang istana.
Puspamala ini dipercaya sebagai anugerah dewa yang akan membuat pemakainya menjadi penyebab kehancuran Bisma.
Menyadari bahwa dirinya adalah reinkarnasi Amba, Srikandi mengalungkan puspamala tersebut di lehernya.
Tindakan ini membuat Drupada, ayah Srikandi, khawatir bahwa anaknya akan menjadi musuh Bisma.
Tak ingin kerajaannya ikut terlibat dalam permusuhan dengan Bisma, Drupada memutuskan untuk mengusir Srikandi dari istana.
Dikisahkan, Srikandi pergi ke hutan dan berdoa hingga untuk merubah jenis kelamin menjadi laki-laki dan mengubah namanya menjadi Bambang Kandihawa.
Namun, versi lain menceritakan kisah yang berbeda. Dalam versi ini, Srikandi kabur dari Panchala dan bertemu dengan seorang yaksa (makhluk mistis) di tengah pelariannya.
Sang yaksa kemudian menawarkan untuk menukar jenis kelamin dengan Srikandi, sehingga ia bisa menjadi laki-laki.
Ada juga versi yang menceritakan asal-usul Srikandi dengan lebih kompleks.
Dalam kisah ini, Raja Drupada, sebelum memiliki keturunan, melakukan pengembaraan di hutan dan menemukan seorang bayi perempuan.
Saat mengambil bayi tersebut, suara gaib memerintahkan Drupada untuk mengasuh bayi itu layaknya seorang laki-laki. Bayi tersebut kemudian diberi nama Srikandi.
Ketika dewasa, Srikandi dinikahkan dengan putri Raja Dasharna, namun sang putri mengadu bahwa Srikandi ternyata seorang wanita. Saat masalah ini hendak diselesaikan oleh ayah sang putri, Srikandi panik dan melarikan diri ke hutan.
Di sana, ia bertemu yaksa, yang dengan senang hati bersedia bertukar jenis kelamin dengannya.
Namun, setelah pernikahannya, Srikandi jatuh cinta kepada istrinya dan tidak mengembalikan jenis kelamin si yaksa.
Akibatnya, yaksa tersebut dikutuk oleh temannya untuk tetap menjadi perempuan hingga Srikandi meninggal dunia.
Dalam banyak versi, perubahan gender Srikandi menyebabkan ia dianggap sebagai kasim, yaitu laki-laki yang dikebiri.
Sementara dalam beberapa versi lain, Srikandi diceritakan sebagai laki-laki tulen, namun berstatus sebagai transgender karena anugerah Siwa yang membuatnya tetap ingat akan kehidupan sebelumnya sebagai Amba.
Kisah tentang Srikandi tidak hanya mencerminkan kompleksitas identitas gender, tetapi juga mengungkapkan elemen mistis dan mitologis yang sangat khas dari epos Mahabharata.
Sehingga Srikandi menjadi salah satu karakter paling menarik dengan banyak interpretasi yang membuatnya selalu relevan dalam diskusi budaya dan mitologi.