RADAR PURWOREJO - Artikel ini memberikan gambaran awal cerita dan latar belakang tokoh-tokoh yang berperan dalam kisah wayang purwa, khususnya dalam kisah Ramayana.
Paling tidak akan terbangun gambaran konstruktif mengenai wayang.
Dan, ketika menikmati pertunjukannya, maka diharapkan akan mempunyai bekal yang cukup untuk mengapresiasi jagat seni pewayangan dengan lebih mantap, jernih, dan terbuka.
Termasuk dalam mengambil sari pati maupun pesan moral yang terkandung di dalamnya.
Perlu diketahui, pertunjukan dan kisah wayang di Jawa telah mengalami banyak perubahan, disesuaikan dengan situasi-kondisi lokal masing- masing daerah.
Bahkan, wayang yang semula berakar pada kepercayaan serta adat budaya Hindu (India), sempat pula digunakan sebagai media dakwah Islam para wali di tanah Jawa.
Selain itu, perlu dicatat bahwa wayang merupakan kreasi seni budaya yang sangat terbuka.
Pakem pedalangan pun dengan mudah disisipi bermacam pesan dan peristiwa yang beraneka warna.
Varian demi varian pun muncul. Ada kisah dan gancaran versi Solo, Yogyakarta, pesisiran, Banyumasan, Cirebon, Betawi, Trenggalek, dan lain-lain.
Ada pula kisah carangan (sempalan) yang juga banyak digelar.
Di samping itu, pedoman-pedoman yang melandasi wayang purwa pun berangkat dari berbagai sumber, yang kadang mempunyai perbedaan satu sama lain.
Baca Juga: Jinten Hitam dan Manfaat Luar Biasa untuk Kecantikan, Kesehatan Kulit dan Kesehatan Otak
Dengan demikian, menikmati kisah dan pertunjukan wayang tidak perlu risau manakala muncul perbedaan, baik disengaja maupun tidak, dengan pakem atau informasi yang telah kita dapatkan selama ini. (*)
Editor : Iwa Ikhwanudin