RADAR PURWOREJO - Wicitrawirya berarti “Sikap Kepahlawanan yang mengagumkan”, hal ini juga tercermin di dalam kepribadiannya, yakni tokoh Wicitrawirya dalam pewayangan jawa.
Wicitrawirya dikenal sebagai pemanah ulung.
Dia memiliki paras yang sangat rupawan seperti Dewa Aswin dan mampu membuat wanita terpesona dengan mudahnya.
Semasa mudanya dia menggantikan jabatan Citranggada yaitu kakak kandungnya untuk memerintah kerajaan Kuru yang gugur karena sebuah pertempuran.
Karena umurnya yang terbilang sangat muda, dia dibantu saudaranya yang bernama Bisma.
Meskipun Bisma sendiri bukanlah saudara kandung dari Wicitrawirya.
Bisma merupakan anak dari istri pertama ayah mereka yang bernama Santanu.
Sedangkan Wicitrawirya merupakan anak dari Santanu dan Istri keduanya yaitu Satyawati.
Di dalam hidupnya ia menikahi dua orang istri yaitu Ambika dan Ambalika. Kedua istri tersebut adalah dua dari tiga istri yang seharusnya ia nikahi.
Di dalam ceritanya, Bisma lah yang mencarikan calon pengantin untuk Wicitrawirya.
Pencarian permaisuri bagi Wicitrawirya itupun didapatkan melalui sayembara yang diadakan Kerajaan Kasi.
Bisma membawa tiga putri raja kehadapan Wicitrawirya, di antaranya adalah Ambika dan Ambalika yang menjadi istrinya dan satu lagi bernama Amba.
Namun, Amba ternyata mencintai pria lain sehingga tidak mau untuk menikah dengan Wicitrawirya.
Wicitrawirya akhirnya bahagia menikmati masa pernikahannya, namun hal ini tidak berlangsung lama.
Hanya 7 tahun sampai ia bertemu dengan ajalnya karena mengidap penyakit paru-paru dan tidak meninggalkan satupun keturunan.
Meskipun ia merupakan kakek dari para Pandawa, namun satupun anaknya tidak ada yang merupakan darah dagingnya sendiri.
Kedua istrinya tersebut awalnya akan dinikahkan dengan saudara tirinya yaitu Bisma, namun ditolak langsung oleh Bisma.
Akhirnya kedua Janda tersebut melakukan ritual bersama Resi Byasa yang menyanggupi untuk memberikan anak kepada kedua Janda tersebut.
Ritual Niyoga (ritual Putrotpadana) atau ritual permohonan anak dilakukan secara bergantian.
Pertama adalah Ambika, didalam ritual itu Ambika sangat ketakutan sehingga membuatnya terus menerus menutup mata, namun hal ini menjadikan anaknya Drestrarastra yaitu ayah para Kurawa menjadi buta dari lahir.
Selanjutnya ritual suci itu dilakukan oleh Ambalika, ia sama takutnya dengan Ambika sehingga ia menjalani prosesi dengan wajah yang sangat pucat.
Hal ini kemudian membuat anaknya Pandu juga memiliki anak yang pucat dan tidak cukup sehat untuk memerintah kerajaan. (Aina Puspita Ningrum)