Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kisah Tragis Prabu Banaputra dan Sayembara Dewi Raghu: Lakon Bedhah Ayodya

Tastabila Maika Warditya • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 15:02 WIB

Wayang Prabu Banaputra.
Wayang Prabu Banaputra.

 

RADAR PURWOREJO - Prabu Banaputra merupakan raja yang adil dan bijaksana dari Kerajaan Ayodya.

Ia merupakan putra dari Prabu Dadi dan Dewi Renggani, seorang bidadari keturunan Sanghyang Triarta.

Prabu Banaputra menikah dengan Dewi Banawati dan dikaruniai seorang putri cantik bernama Dewi Kusalya atau Dewi Raghu.

Sebagai raja yang gagah berani dan bersahaja, Prabu Banaputra memerintah dengan keadilan dan memiliki kedekatan khusus dengan para brahmana, hal ini membawa kemakmuran bagi kerajaannya.

Namun, di tengah kejayaannya, cobaan berat datang menghampiri. Putri tercintanya, Dewi Raghu, mengalami sakit yang sangat parah.

Penyakit misterius ini tak dapat disembuhkan dengan obat apa pun. Guna menyelamatkan putrinya, Prabu Banaputra mengadakan sayembara besar.

Siapa pun yang mampu menyembuhkan Dewi Raghu, jika perempuan akan dijadikan saudara, jika pria akan dinikahkan dengan sang putri.

Undangan sayembara ini pun tersebar luas ke seluruh penjuru negeri.

Para raja dan ksatria terbaik berbondong-bondong datang ke kerajaan, membawa obat-obatan mujarab dari kerajaan mereka.

Namun, tak satu pun berhasil menyembuhkan Dewi Raghu, membuat Prabu Banaputra dan Dewi Banawati semakin gelisah. Harapan Dewi Raghu seolah pudar.

Di tempat lain, Resi Rawiatmaja, adik Prabu Banaputra sedang bertapa di Pertapaan Girika.

Sang resi sedang bertapa kemudian menerima anugerah dari para dewa berupa Kayu Kastuba Urip, sebuah kayu ajaib dari Kahyangan yang dipercaya mampu menyembuhkan segala macam penyakit.

Resi Rawiatmaja, yang tak lain adalah paman dari Dewi Raghu, bertekad untuk menyelamatkan keponakannya.

Ia pun menitipkan Pertapaan Girika kepada Garuda Sempati yaitu kakak dari Garuda Jatayu, sang resi pun memberikan pesan sebelum pergi yang berisi, jika bunga di taman tetap mekar, itu tanda bahwa ia masih selamat, jika layu maka itu adalah pertanda telah terjadi sesuatu padanya.

Setelah sampai di Ayodya, Resi Rawiatmaja disambut hangat oleh Prabu Banaputra.

Sang resi segera mencelupkan Kayu Kastuba Urip ke dalam segelas air. Saat kayu tersebut menyentuh air, terdapat cahaya yang memancar, air tersebut pun diminumkan kepada Dewi Raghu.

Ajaibnya, Dewi Raghu seketika pulih dan kembali segar bugar. Resi Rawiatmaja pun berhasil memenangkan sayembara dan menikahi Dewi Raghu, keponakannya sendiri.

Namun, kebahagiaan ini tak bertahan lama. Patih Prahasta, utusan dari Kerajaan Alengka, datang menyampaikan lamaran dari Prabu Dasamuka (Rahwana) untuk Dewi Raghu.

Prabu Banaputra dengan penuh maaf menolak lamaran tersebut, ia menjelaskan bahwa Dewi Raghu kini telah resmi menjadi istri Resi Rawiatmaja.

Kemarahan pun membuncah di hati Rahwana saat mendengar kabar ini.

Sang raja raksasa langsung menyerang Kerajaan Ayodya dengan segenap kekuatannya.

Para raja dan ksatria yang sebelumnya mengikuti sayembara dengan segera bergabung untuk melindungi Ayodya.

Namun, Rahwana terlalu kuat. Di tengah kekacauan tersebut, Prabu Banaputra memerintahkan Resi Rawiatmaja dan Dewi Raghu untuk meninggalkan istana demi keselamatan mereka.

Sayangnya, Prabu Banaputra dan Dewi Banawati harus mengorbankan nyawa mereka di tangan Rahwana. Tragedi ini kemudian dikenal sebagai Lakon Bedhah Ayodya.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#dunia pewayangan #Prabu Banaputra #Wayang #Tokoh wayang #raja bijaksana #kerajaan ayadya