Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mengenal Jathilan, Warisan Budaya Takbenda sejak 2016: Seni Tradisional Yogyakarta yang Sarat Makna Spiritual

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 2 Desember 2024 | 23:18 WIB
Pertunjukan Jathilan Turonggo Mudho Lindhu Gedhe.
Pertunjukan Jathilan Turonggo Mudho Lindhu Gedhe.

RADAR PURWOREJO - Jathilan, seni pertunjukan tradisional khas Yogyakarta, merupakan warisan budaya takbenda dengan akar sejarah dan spiritualitas yang kuat.

Pertunjukan ini menampilkan tarian magis menggunakan properti kuda kepang yang terbuat dari anyaman bambu, diiringi suara gamelan.

Dilansir dari laman resmi Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Jathilan telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda sejak 2016 berdasarkan Konvensi UNESCO 2003 yang diadopsi dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2007.

Keunikan Magis Jathilan

Jathilan memukau penonton dengan kombinasi tarian, iringan gamelan, dan atraksi trance (kesurupan) yang melibatkan para penari.

Properti utama berupa kuda kepang dipercaya mampu menghadirkan totem kuda, Sang Hyang Jaran, sebagai simbol perlindungan desa dari roh jahat dan bencana.

Meski unsur ritual masih melekat, masyarakat modern cenderung melihat trance sebagai bagian dari hiburan seni pertunjukan.

Keberagaman Gaya Jathilan di Yogyakarta

Setiap kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki ciri khas jathilan yang unik:

• Kota Yogyakarta: Menampilkan jathilan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
• Bantul: Masih mempertahankan fungsi ritual dalam pertunjukan.
• Gunung Kidul: Menonjolkan daya tarik melalui penari perempuan (gerak putri).
• Kulon Progo: Dikenal dengan istilah Incling, yang diiringi musik tradisional krumpyung.

Evolusi Jathilan di Era Modern

Seiring waktu, jathilan berkembang menjadi empat jenis:

1. Jathilan Pakem: Menjaga bentuk dan penyajian tradisional sesuai aslinya.
2. Jathilan Kreasi Baru: Menyajikan pertunjukan yang menghibur dan sesuai dengan selera masyarakat modern.
3. Jathilan Festival: Disesuaikan dengan kriteria lomba atau festival seni.
4. Jathilan Pesanan: Ditampilkan khusus berdasarkan permintaan.

Menjaga Warisan Budaya

Adaptasi jathilan di era modern menunjukkan potensinya untuk terus hidup sebagai ekspresi budaya yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan simbolisme.

Pelestarian seni ini sangat diperlukan agar jathilan tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia. (Zunairoh Mu’minatun)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kesenian yogyakarta #Warisan Budaya Takbenda #jathilan #Seni Magis #seni pertunjukan tradisional #sejarah panjang #Seni Tradisional Yogyakarta