Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Pandawa Selamat dari Jebakan, Begini Siasat Sengkuni dan Kurawa Musnahkan Pandawa

Meitika Candra Lantiva • Senin, 20 Januari 2025 | 20:58 WIB
Pandawa selamat dari jebakan balai sigala-gala.
Pandawa selamat dari jebakan balai sigala-gala.

RADAR PURWOREJO – Cerita dimulai ketika Pandawa sudah tumbuh dewasa.

Raja Drestarasta yang melihat Pandawa tumbuh dewasa dan menunjukkan kesaktian, berkeinginan melantik Pandawa menjadi pangeran dan memberi separuh negeri Astina.


Hal ini didasarkan untuk keadilan, agar kelak di antara Pandawa dan Kurawa menjadi rukun.

Niat Drestarasta itu kemudian dirundingkan dengan permaisuri Dewi Gendari, Patih Sengkuni, para Kurawa, dan adiknya Widura.

Namun semua menolak niat Drestarasta, kecuali Widura.

Widura menjunjung tinggi niat kakaknya, Drestarasta.

Kemudian Sengkuni memberikan saran supaya upacara pelantikan dan penyerahan separuh negeri tidak dilaksanakan di dalam istana Astinapura.

Melainkan dilaksanakan di Waranawata yang terkenal dengan pemandangannya yang indah dan udaranya yang sejuk.

Tak butuh waktu lama saran itu diterima.

 

Siasat Sengkuni dan Kurawa Musnahkan Pandawa

Widura diutus mengundang Pandawa ke Waranawata.

Sedangkan Sengkuni dan Kurawa diperintahkan mempersiapkan bangunan untuk keperluan pelantikan dan penyerahan.

Saat itu juga, Sengkuni membuat siasat dengan para Kurawa supaya dapat memusnahkan Pandawa di Waranawata.

Sengkuni memerintahkan Purocana, seorang ahli bangunan, untuk membuat bangunan besar yang bisa digunakan untuk pelantikan dan penyerahan serta ada bagian untuk peristirahatan.

Purocana diperintahkan membuat bangunan itu supaya mudah terbakar.

Sehingga banguanan itu dibuat dari banbu besar yang di dalamnya diisi bahan peledak.

Bangunan besar berisi bahan peledak inilah yang disebut balai Sigala-gala.

Disamping itu, Widura menyampaikan kabar baik bahwa Pandawa akan dilantik menjadi pangeran dan diberi wilayah, kepada Kunti, ibu dari Pandawa.

Mendengar berita itu Pandawa hanya setengahnya percaya, mengingat sifat Kurawa yang kejam.

Namun Pandawa diyakinkan oleh Dewi Kunti, agar lebih sabar menghadapi cobaan hidup.

Lalu Kunti mengajak anak-anaknya ke Waranawata apapun yang terjadi, karena Pandawa harus mengindahkan panggilan dari Raja.

Saat itu Arjuna ditugasi untuk memohon doa restu dari Begawan Abiyasa, dan dipesani oleh Begawan agar memenuhi undangan itu, tapi dengan perasaan yang jauh dari harapan akan kebahagiaan, karena semua itu belum pasti. Pandawa harus selalu hati-hati.

Tibalah saat pertemuan di Waranawata.

Pertemuan Pandawa dengan Raja Drestarasta itu terjadi sangat meriah.

Pesta itu dikhususkan untuk menjamu dan merayakan Pandawa.

Sehabis pesta, Pandawa diarahkan untuk beristirahat diruang yang tekah disiapkan, karena pelantikan akan diadakan keesokan harinya.

Diceritakan bahwa udara saat itu terasa sangat panas, sehingga Bratasena keluar untuk mencari udara segar.

Saat keluar, Bratasena ditemui oleh Batara Narada, dan diberi pesan agar cepat kembali berkumpul dengan saudara-saudaranya yang lain, dan jika ada kebakaran supaya cepat-cepat mengikuti jalannya garangan putih.

Tak lama setelah Bratasena sampai didalam, semua yang dikatakan Batara Narada terjadi, ada kebakaran hebat.

Namun Pandawa berhasil menyelamatkan diri lewat bawah tanah dengan bimbingan garangan putih.

Pandawa dituntun hingga sampai di Kahyangan Sapta Pratala.

Dengan kebakaran yang begitu hebat, Kurawa mengira para Pandawa telah mati terbakar, padahal kenyataannya Pandawa berhasil selamat dari jebakan mereka. (Shofiyullah)




Editor : Meitika Candra Lantiva
#Lakon Bale Sigala Gala #Pandawa #Pandawa Selamat dari Jebakan #astina #Drestarasta #Sengkuni #kurawa #Siasat Sengkuni dan Kurawa Musnahkan Pandawa #Widura