Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Dua Puluh Topeng Kayu Mejeng di Studio Mendut, karya Seniman asal Bandongan Khoirul Mutakin

Naila Nihayah • Rabu, 5 Februari 2025 | 15:25 WIB

 

 

   ARTISTIK: Seniman asal Bandongan Khoirul Mutakin membawa 20 topeng miliknya untuk dipamerkan di Studio Mendut.
  ARTISTIK: Seniman asal Bandongan Khoirul Mutakin membawa 20 topeng miliknya untuk dipamerkan di Studio Mendut.

 

 

MUNGKID - Seniman Lima Gunung asal Bandongan Khoirul Mutakin menghelat pameran tunggal bertajuk 'Batin Manusia' di Studio Mendut, 1-28 Februari 2025. Sedikitnya ada 20 karya seni berupa topeng yang dipamerkan. Topeng-topeng itu terpasang rapih di dinding.

Irul, sapaan akrabnya menyebut, hanya butuh waktu sekitar dua bulan untuk menyiapkan pameran tunggal itu. Ada 20 buah topeng yang dipamerkan. Topeng-topeng itu merupakan karya terbaru karena dibuat pada akhir 2024 lalu. Sebetulnya, Irul ingin mengadakan pameran itu pada akhir 2024. Hanya saja, terkendala proses pembuatan katalog. "Kami masih berproses mengumpulkan data-datanya. Itu kan juga membutuhkan waktu lama, terus dibuat (pameran) awal tahun ini," paparnya, Selasa (4/2).

Irul bercerita, pertama kali membuat topeng pada akhir 2010 yang dibantu oleh Presiden Komunitas Lima Gunung (KLG) Sutanto Mendut. Kala itu, dia membuat topeng dengan karakter wajah yang biasanya dipajang di dinding, bukan topeng untuk menari.

Hingga kini, dia sudah memproduksi lebih dari 500 topeng. Setiap hari, dia bakal meluangkan waktunya untuk membuat topeng. Hanya saja, proses pembuatannya cukup lama karena membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari. Adapun bahan bakunya berasal dari kayu waru, jati, maupun pule.

Selama ini, Irul tidak kesulitan untuk memperoleh bahan baku tersebut. Biasanya, dia akan membeli di depo atau toko bangunan. Namun, untuk kayu pule, dia akan mencari sendiri. "Kalau saya nebang, saya mohon izin dan berdoa secara batin," sebutnya.

Irul menyebut, satu topeng dihargai mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu. Namun, untuk topeng khusus tari, dijual dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per buah. Sebab, peminat topeng miliknya tidak hanya kolektor saja, melainkan juga para penari koreografer dari luar daerah. Seperti Jogja dan luar negeri, termasuk Jepang.

Sementara itu, Presiden KLG Sutanto Mendut mengutarakan, perjalanan seni Irul dimulai ketika dirinya menderita sakit pernapasan yang cukup mengganggu keseharian. Dia gagal menemukan cara untuk sembuh. Sang istri, Mami Kato memberi saran untuk melakukan aktivitas yang banyak menggerakkan otot bagian pernapasan.

"Satu caranya dengan menatah kayu untuk membuat topeng akhirnya dijadikan sebagai referensi aktivitas," bebernya.

Tidak hanya itu, karya-karya Irul juga berhasil menginspirasi teman-teman penyair di Magelang. Topeng karya Irul menjadi satu-satunya yang berhasil memicu Iahirnya puisi-puisi. "Sebuah bukti bagaimanankarya Irul dapat berdialog dengan seni sastra dengan cara yang mendalam dan tak terduga," ucapnya. (aya/pra)

 
Editor : Heru Pratomo
#Sutanto Mendut #kayu #Topeng Kayu Batik #presiden #KLG #seniman