Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Rawat Tradisi dan Gerakkan Ekonomi Rakyat melalui Ketep Summit Fest 2025 di Magelang

Naila Nihayah • Senin, 21 Juli 2025 | 14:35 WIB

 Masing-masing kecamatan membawa gunungan palawija saat puncak kegiatan Ketep Summit Fest ke-6, Minggu (20/7).
 Masing-masing kecamatan membawa gunungan palawija saat puncak kegiatan Ketep Summit Fest ke-6, Minggu (20/7).



MUNGKID – Ribuan warga memadati kawasan wisata Ketep Pass, Minggu (20/7) untuk menyaksikan puncak kemeriahan Ketep Summit Fest ke-6. Festival budaya tahunan ini menghadirkan kirab budaya dan gerebek gunungan yang diikuti oleh 21 kelompok dari seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang.

Suasana penuh warna terlihat ketika iring-iringan kirab gunungan menempuh rute sepanjang 300 meter, menampilkan aneka potensi khas dari masing-masing kecamatan. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, acara ini juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas berkah alam dan hasil bumi.

Baca Juga: Empat KMPKD di DIY Sudah Lengkapi Unit Usaha dan Jadi Percontohan

Direktur Ketep Pass Magelang Miftahudin menuturkan, setiap kecamatan membawa gunungan yang berbeda-beda, menampilkan produk unggulan mereka seperti palawija, hasil UMKM, hingga kerajinan lokal. "Ini bagian dari rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya di sela kegiatan.

Puncaknya ditandai dengan prosesi rebutan gunungan. Sebuah tradisi yang menyimbolkan kebersamaan dan berkah yang bisa dinikmati semua orang. Usai kirab, gunungan langsung dibagikan dan dinikmati oleh pengunjung.

Lebih dari sekadar perayaan budaya, Ketep Summit Fest 2025 mengusung tema Harmoni Semesta yang menggambarkan pentingnya sinergi antara manusia, alam, budaya, dan kreativitas.

Baca Juga: Ikut Makan Malam di SRMA 15 Magelang, Wamensos Pastikan Fasilitas Memadai hingga Keseharian Siswa

Bupati MagelangnGrengseng Pamuji menegaskan, festival ini merupakan bagian dari strategi besar pembangunan daerah. Selain itu, Ketep Summit Fest bukan hanya sekadar panggung pertunjukan, melainkan ruang penguatan ekonomi masyarakat.

"Ini adalah gerakan kolektif yang mengintegrasikan keindahan alam, kekuatan budaya, kreativitas seni, dan potensi ekonomi UMKM," kata Grengseng.

Festival yang digelar selama tiga hari ini menjadi ajang kolaborasi para pegiat seni, pelaku UMKM, musisi, komunitas kreatif, hingga sektor pariwisata. Tidak hanya memamerkan tradisi lokal, Ketep Summit Fest juga memperkenalkan produk ekonomi kreatif Magelang ke khalayak luas.

Baca Juga: Ustaz Oke Setiawan: Surat Al-Baqarah ayat 153 Pondasi Menghadapi Masalah Hidup

Grengseng optimistis, festival semacam ini akan menciptakan efek berganda yang positif. "Kami ingin festival ini menjadi pemantik pertumbuhan pariwisata kreatif, membuka ruang ekspresi, sekaligus menambah pendapatan masyarakat," paparnya.

Dia juga menegaskan komitmen pemkab Magelang untuk menjadikan Ketep Summit Fest sebagai ikon tahunan, yang bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal.

Dengan animo masyarakat yang terus meningkat, Ketep Summit Fest semakin menunjukkan bahwa pariwisata tak hanya soal destinasi. Tetapi juga tentang merawat tradisi dan menggerakkan ekonomi rakyat. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Ketep Pass #gunungan hasil bumi #Magelang #Ketep Summit Fest 2025