Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Mitos Masyarakat Jawa dan Makna Tersirat di Baliknya, Begini Penjelasannya

Magang Radar Malioboro • Rabu, 11 Februari 2026 | 15:47 WIB

Ilustrasi memakai baju hijau di pantai. (Foto oleh Leah Newhous)
Ilustrasi memakai baju hijau di pantai. (Foto oleh Leah Newhous)
Saat masih kecil, banyak dari kita tumbuh bersama berbagai mitos yang terasa begitu nyata dan kadang menakutkan.

Mulai dari larangan keluar rumah saat magrib karena bisa “diculik makhluk halus”, hingga ancaman tidak boleh bersiul di malam hari karena bisa mengundang sesuatu yang tak kasatmata.

Namun, seiring bertambahnya usia, pemahaman pun berubah. Banyak orang mulai menyadari bahwa di balik mitos yang dulu dipercaya, tersimpan pesan tersirat yang lebih rasional yang berisi etika serta mengandung nilai-nilai sosial yang mengatur perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari

Berikut sejumlah mitos yang hingga kini masih kerap terdengar dan hidup dalam keseharian masyarakat Jawa.

Menyapu Tidak Bersih Bisa Sulit Jodoh

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, jika menyapu rumah tidak bersih diyakini dapat membuat perempuan, sulit mendapatkan jodoh. Namun, di balik kepercayaan tersebut tersimpan pesan yang menekankan pentingnya kebersihan dan tanggung jawab dalam mengerjakan pekerjaan rumah.

1. Jangan Duduk di Pintu, Nanti Sulit Jodoh

Mitos ini dipercaya dapat “menghambat” datangnya jodoh, namun dibalik itu tersimpan makna yang lebih rasional. Ambang pintu merupakan area lalu-lalang orang keluar dan masuk rumah. Duduk di tempat tersebut dapat mengganggu pergerakan serta dianggap kurang sopan.

2. Bersiul di Malam Hari Bisa Mengundang Makhluk Halus

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, bersiul pada malam hari diyakini dapat mengundang perhatian makhluk halus.

Di sisi lain, mitos ini kerap dimanfaatkan orang tua sebagai cara untuk menanamkan sikap sopan santun kepada anak-anak untuk menjaga ketenangan saat malam hari.

3. Keluar Rumah Saat Magrib Bisa Diculik Wewe Gombel

Dahulu, orang tua kerap melarang anak-anak bermain di luar rumah saat waktu magrib dengan ancaman akan diculik Wewe Gombel, sosok gaib yang dipercaya gemar membawa pergi anak-anak.

Namun jika dipahami lebih dalam, kepercayaan tersebut menjadi cara untuk mengingatkan anak agar segera pulang sebelum petang dan tidak berada di luar rumah ketika hari mulai gelap demi alasan keselamatan.


4. Duduk di Atas Bantal Bisa Menyebabkan Bisulan

Mitos ini kerap disampaikan orang tua sebagai bentuk pengajaran bahwa bantal seharusnya digunakan untuk menyangga kepala, bukan diduduki. Pesan tersebut berkaitan dengan nilai etika.

5. Dilarang Memakai Baju Hijau di Pantai Selatan

Salah satu mitos yang paling populer hingga kini adalah larangan mengenakan pakaian berwarna hijau saat berada di Pantai Selatan. Warna hijau kerap dikaitkan dengan legenda Nyi Roro Kidul. Padahal warna hijau yang menyerupai warna air laut justru dapat menyulitkan proses pencarian tim penyelamat dalam mencari korban yang hanyut.

6. Dilarang Memotong Kuku di Malam Hari

Larangan memotong kuku pada malam hari berakar dari kondisi masa lampau ketika pencahayaan masih terbatas. Pada saat itu, memotong kuku di malam hari berisiko melukai tangan atau kaki akibat kurangnya penerangan.

7. Meludah di Sumur Bisa Sumbing

Mitos tersebut sebenarya mengajaran agar anak-anak tidak meludah sembarangan, terutama di dalam sumur. Pasalnya, sumur pada masa itu merupakan sumber air utama yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak, hingga memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari.

8. Larangan Menunjuk Makam atau Kuburan

Mitos berikutnya adalah pantangan menunjuk ke arah makam atau kuburan, konon jika seseorang tanpa sengaja menunjuk makam, ia harus menggigit jari telunjuknya lalu meludah sebagai bentuk penebusan.

Pada dasarnya, larangan ini mengandung pesan moral yang diajarkan kepada anak-anak agar menjaga sikap dan kesopanan. Sebab, makam merupakan tempat peristirahatan terakhir yang sarat dengan suasana duka, sehingga tidak pantas dijadikan bahan gurauan atau diperlakukan sembarangan.


9. Jangan Menjahit Pakaian Saat Masih Dipakai

Ada kepercayaan yang menyebutkan bahwa menjahit pakaian yang sedang dikenakan dapat membawa kesialan.

Secara masuk akal, menjahit pakaian yang masih dipakai di tubuh berisiko menyebabkan kecelakaan, seperti tertusuk jarum atau melukai diri sendiri.

Penulis: Lutfiyah Salsabil

Editor : Bahana.
#mitos masyarakat #Pantai Parangtriris