
RADAR PURWOREJO – Kelompok Kethoprak Remaja Sekar Seto Budhoyo mementaskan lakon Kembang Cangkok Wijaya Kusuma di Dukuh Petunjungan, Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (15/8/2026) malam.
Pagelaran ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menguri-uri kesenian tradisional.
Pementasan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini menyedot perhatian masyarakat setempat.
Gelaran budaya tersebut turut dimeriahkan oleh kehadiran komedian Doyok sebagai bintang tamu serta disiarkan secara langsung melalui tayangan Maligo TV.
Baca Juga: Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 Usai Taklukkan Jason Teh
Ketua Panitia Acara, Ngationo, menjelaskan bahwa pementasan seni kethoprak ini merupakan program kerja RW 03 Dukuh Petunjungan yang memadukan semangat kemerdekaan dengan pelestarian tradisi lokal.
"Pagelaran seni kethoprak ini digelar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus mengembangkan potensi kebudayaan lokal. Harapannya, nilai-nilai budaya warisan leluhur tetap lestari dan dapat terus dinikmati oleh masyarakat," ujar Ngationo.
Camat Sempor Marlan mengapresiasi tinggi keterlibatan aktif para remaja dan dukungan lintas elemen, termasuk para mahasiswa KKN Kolaboratif UIN Saizu Purwokerto yang tengah bertugas di desa tersebut.
Baca Juga: Macan Kumbang Masuk Rumah Warga di Batang, Ternak Warga Jadi Mangsa
"Pementasan ini sangat penting sebagai wadah kreativitas anak muda dalam melestarikan budaya lokal. Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh elemen, mulai dari perangkat desa, mahasiswa KKN, hingga jajaran remaja yang tekun berlatih," ungkap Marlan.
Lakon Kembang Cangkok Wijaya Kusuma sendiri mengisahkan perjuangan Raden Narayana bertapa di Gunung Giripura hingga menerima pusaka sakti Senjata Cakra dan Bunga Wijayakusuma dari Bagawan Padmanaba.
Meski sempat memicu perebutan dari pihak Kurawa, Narayana berhasil mempertahankan bunga gaib penakluk kematian tersebut yang kelak digunakannya saat bertakhta sebagai Prabu Kresna pada perang Baratayuda.
Editor : Meitika Candra Lantiva