RADAR PURWOREJO - Kalau bicara soal kesenian Purworejo, nama Dolalak pasti ikut disebut.
Tarian ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan sampai sekarang masih bisa dilihat di berbagai acara.
Dolalak punya ciri khas yang mudah dikenali.
Para penari tampil berkelompok dengan gerakan yang kompak, serta di iringi musik tradisional.
Kostumnya juga menjadi bagian yang membuat kesenian ini punya karakter tersendiri.
Baca Juga: Bocah 8 Tahun Digigit Anjing Pitbull di Arjasari Bandung, Alami Luka Cukup Parah
Bagi masyarakat Purworejo, Dolalak bukan hanya sekedar pertunjukan untuk mengisi acara.
Di balik gerakan dan iringan music tradisionalnya, ada budaya yang terus dibawa satu generasi ke generasi berikutnya.
Menariknya, Dolalak tetap bertahan walaupun sekarang hiburan masyarakat semakin beragam.
Anak-anak zaman sekarang kini lebih sering melihat tarian seperti itu lewat media sosial.
Meski begitu, kesenian Dolalak masih memiliki penggemarnya sendiri.
Baca Juga: Isu Larangan Hijab di kampus Unhan, MUI buka Suara Minta Klarifikasi
Pertunjukan dolalak juga sering menjadi momen berkumpul warga, karena mereka biasanya ikut mendekat untuk melihat pertujunkannya secara langsung.
Tantangan yang dihadapi sekarang adalah bagaimana membuat generasi muda tidak hanya mendengar dolalak sebagai nama.
Mereka juga perlu diberi ruang untuk belajar atau sekedar melihat pertujukannya secara langsung.
Menjaga kesenian daerah di zaman seperti ini tidak cukup hanya dengan menyimpannya sebagai cerita masa lalu.
Selama masih ada yang mau belajar, tampil, hingga menonton, kesenian dolalak masih punya tempat untuk hidup di tengah zaman yang semakin modern.
Editor : Meitika Candra Lantiva