Cinta bagi sebagian orang bukan sekadar perasaan yang diungkapkan melalui kata-kata. Lebih dari itu, cinta membutuhkan kesetiaan, ketulusan, dan kemauan untuk terus menjaga orang yang dianggap berharga.
Pesan tersebut terasa dalam lagu “Kartika Chandra” yang dibawakan Damar Penggalih. Menggunakan bahasa Jawa, lagu ini menghadirkan kisah romantis tentang kekaguman terhadap sosok terkasih sekaligus janji untuk mempertahankan cinta.
Lirik “Kartika Chandra” menggunakan sejumlah perumpamaan khas bahasa Jawa untuk menggambarkan betapa istimewanya seseorang di mata pasangannya.
Sejak bagian awal, sosok yang dicintai digambarkan melalui istilah kartika yang berarti bintang dan chandra yang berarti bulan. Dua simbol tersebut menjadi perlambang cahaya dan keindahan yang menerangi kehidupan seseorang.
Perumpamaan tersebut membuat lagu ini tidak sekadar menyampaikan rasa cinta secara langsung. Perasaan kepada pasangan justru disampaikan melalui bahasa yang lebih halus dan puitis.
Baca Juga: Mengapa Korban Keracunan MBG SMA Berastagi Febiola Alami Hilang Ingatan? Ini Penjelasan Dokter!
Nuansa romantis semakin kuat ketika lagu memasuki bagian berikutnya. “Kartika Chandra” berbicara mengenai komitmen untuk menjaga hati dan tidak meninggalkan orang yang dicintai.
Salah satu bagian yang menggambarkan keteguhan tersebut adalah ungkapan “ora bakal sun sulaya ati”, yang menyiratkan janji untuk tidak mengingkari atau mengkhianati hati orang yang dicintai.
Kekasih dalam lagu ini juga disebut sebagai “mustika nala”, sebuah ungkapan yang dapat dimaknai sebagai permata hati. Istilah tersebut mempertegas posisi orang yang dicintai sebagai sosok yang sangat berharga dan layak dijaga.
Perpaduan Bahasa Jawa dan Musik Kekinian
“Kartika Chandra” merupakan karya Kang Wo, Setya Budi, dan Galang Panggalih. Lagu tersebut dikemas dalam warna pop Jawa dengan memadukan lirik berbahasa Jawa yang puitis dan aransemen musik bernuansa kontemporer.
Perpaduan tersebut membuat pesan cinta dalam lagu tetap terasa dekat dengan pendengar masa kini. Di sisi lain, penggunaan bahasa Jawa mempertahankan karakter dan kekuatan budaya lokal dalam karya musik tersebut.
Bahasa yang digunakan relatif sederhana, tetapi memiliki lapisan makna yang cukup dalam. Pilihan kata dan perumpamaan membuat kisah cinta yang disampaikan terasa lebih personal sekaligus lekat dengan tradisi ungkapan perasaan dalam budaya Jawa.
Melalui “Kartika Chandra”, Damar Penggalih menunjukkan bahwa bahasa Jawa tetap dapat menjadi medium untuk menyampaikan kisah romantis di tengah perkembangan musik modern.
Baca Juga: Terancam 7 Tahun Penjara Kasus Tawuran, Dua Pelajar Boyolali Tak Dikeluarkan dari Sekolah
Lagu ini juga menjadi contoh bagaimana bahasa dan simbol-simbol Jawa dapat dikemas secara kekinian tanpa harus kehilangan karakter puitisnya.
Pada akhirnya, “Kartika Chandra” bukan hanya berbicara mengenai keinginan untuk memiliki seseorang. Lagu ini membawa pesan bahwa ketika seseorang telah dianggap sebagai permata dalam kehidupan, cinta juga berarti menjaga, menghargai, dan tetap setia.
Editor : Bahana.