SLEMAN - Di tengah perkembangan permainan digital yang semakin cepat, sebuah sudut di area Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) justru menawarkan pemandangan yang berbeda. Gelak tawa, riuh sorak, dan suara -suara nyaring yang dihasilkan dari permainan tradisional turut mewarnai FKY yang lokasinya berada di Lapangan Beran, Sleman.
Festival yang identik dengan panggung seni ini membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar ajang tontonan visual saja. Lebih jauh dari itu, FKY mengambil peran penting sebagai ruang hidup untuk melestarikan permainan tradisional yang semakin terpinggirkan.
Di balik riuhnya deretan stan hiburan, berbagai jenis permainan lawas seperti egrang, catur, bakiak, hingga dakon yang sengaja dihadirkan bukan cuma sebagai pajangan saja, melainkan untuk dimainkan kembali oleh para pengunjung dari berbagai generasi.
Baca Juga: Suhu Udara Masuk Kategori Tinggi, BMKG Yogyakarta Ungkap di Kisaran 33-34 Derajat Celcius
Tim Aktivasi dan Pengelolaan Pasar FKY, Imam Nurhidayat mengatakan, alasan permainan tradisional dihadirkan pada gelaran Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) yaitu supaya festival ini menjadi lebih interaktif dan tidak monoton. Adanya permainan tradisional tentunya akan semakin menghidupkan suasana yang ada di FKY ini.
"Jadi untuk permainan tradisional itu kita pengennya ada lebih banyak interaksi antar pengunjung maupun dari panitia ke pengunjung sehingga bisa saling kenal" tuturnya.
Kehadiran permainan tradisional pada acara FKY ini seakan menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung karena mereka dapat melakukan kilas balik tentang kenangan permainan tradisional yang pernah dilakukannya.
Baca Juga: Unik! Museum Jamin Ginting Berbentuk Kacang Tanah, Simpan Jejak Perjuangan dan Budaya Karo
Tak sedikit pula orang tua yang juga memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan kenangan masa kecil mereka kepada anak-anaknya.
Langkah FKY dalam menghadirkan permainan tradisional ini mendapat apresiasi dari banyak orang karena suasana yang ada menjadi sangat interaktif. Pengunjung yang hadir juga tentunya tidak akan bosan dengan suasana yang ada karena mereka tidak hanya menonton dari kejauhan saja, melainkan juga dapat langsung mencoba setiap permainan tradisional yang tersedia di acara FKY ini.
Ferry Dwi
Editor : Heru Pratomo