Konselor Kebudayaan Iran Sambangi UGM, Dorong Kerja Sama Pendidikan hingga Riset

Safinatun Najah • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:58 WIB
Kunjungan Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia Dr Yahya Jahangiri (kiri) di UGM Yogyakarta (Dok. ANTARA
Kunjungan Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia Dr Yahya Jahangiri (kiri) di UGM Yogyakarta (Dok. ANTARA

Upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Iran di bidang kebudayaan serta akademik terus dilakukan. Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, Dr. Yahya Jahangiri, mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, pada Selasa (22/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Iran, khususnya melalui perguruan tinggi dan kalangan akademisi.

Yahya hadir di Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM dalam kegiatan CESASS Talk #57. Diskusi tersebut mengangkat hubungan budaya dan intelektual Indonesia-Iran, sekaligus membahas sejarah hubungan kedua negara serta peluang kerja sama di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Yahya menjelaskan bahwa hubungan Iran dengan wilayah Nusantara telah terjalin jauh sebelum terbentuknya hubungan diplomatik modern antara kedua negara.

Baca Juga: Honda ADV 160 Ajak Bikers Jelajah ‘Dua Alam’ di Hidden Gem Bantul

Interaksi tersebut berkembang melalui aktivitas perdagangan dan pertukaran pengetahuan. Jalur hubungan tersebut turut membawa buku, bahasa, gagasan, serta berbagai pengetahuan dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Asia Tenggara.

Pertemuan di UGM tidak hanya membahas aspek sejarah dan kebudayaan. Peluang kerja sama dalam bidang pendidikan dan penelitian juga menjadi salah satu pembahasan.

Akademisi UGM Prof. Dicky Sofjan mengatakan, Kedutaan Besar Iran menunjukkan ketertarikan untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia dalam berbagai bidang.

"Mulai dari pendidikan, riset, perfilman, engineering, hingga bidang nuklir," kata Dicky.

Menurutnya, hubungan antara Indonesia dan Iran perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antarkampus maupun akademisi kedua negara.

Ia berharap pembahasan mengenai sejarah hubungan kedua negara serta dinamika hubungan Indonesia-Iran dapat terus diperluas di lingkungan akademik.

"Saya berharap bisa menjalin hubungan lebih baik lagi dengan Republik Islam Iran dan membangun kolaborasi yang lebih dalam dan luas dengan universitas-universitas dan akademisi di Iran," ujarnya.

Kerja Sama Akademik Terus Berkembang

Kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dan Iran sebelumnya telah berkembang dalam berbagai bentuk.

Sejumlah kolaborasi dilakukan melalui memorandum of understanding (MoU) antarkampus, kuliah tamu, penelitian bersama, hingga kegiatan kebudayaan.

Kerja sama juga mencakup produksi dan pertukaran karya budaya seperti film, sastra, dan media.

Baca Juga: Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Surakman Teridentifikasi, Tangis Haru Pecah di Rumah Duka

Kunjungan Konselor Kebudayaan Iran ke UGM menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat hubungan antarnegara.

Melalui dialog akademik dan pertukaran pengetahuan, hubungan Indonesia-Iran tidak hanya dibangun melalui jalur diplomasi formal, tetapi juga melalui sejarah, pendidikan, penelitian, serta kebudayaan.

:

Editor : Bahana.
Indonesia-Iran Yahya Jahangiri kerja sama budaya pendidikan Indonesia-Iran UGM