RADAR PURWOREJO – Brand ternama Zara tengah ramai mendapatkan kecaman warganet usai merilis koleksi terbarunya yakni ‘Zara Atelier’.
Kontroversi terjadi akibat dalam koleksi baru tersebut, Zara diduga menyindir penderitaan warga Palestina karena menggunakan konsep foto genosida.
Hal tersebut dilihat dalam unggahan di akun Instagram @zaraofficial pada 9 Desember 2023 yang menampilkan foto-foto model menggunakan properti mannequin dibungkus kain putih bak mirip seperti jenazah.
Melalui foto iklan tersebut, banyak warganet yang berspekuspekulasilasi bahwa properti mannequin dihubungkan dengan korban tewas di Gaza yang dibalut oleh kafan.
Bahkan latar belakang foto yang digunakan menampilkan reruntuhan dinding dan bangunan yang telah hancur.
Sontak kritikan pedas bahkan seruan boikot warganet berikan kepada Zara atas dugaan dukungannya terhadap Israel dalam konflik di Palestina.
Tanggapan negatif banyak dilayangkan oleh warganet melalui kolom komentar di semua akun media sosial Zara.
Bahkan, tagar #BoycottZara berhasil trending di aplikasi X atau Twitter pada Minggu, 10 Desember 2023.
Melihat banyaknya warganet yang protes, Zara mengambil tindakan dengan menghapus foto-foto model yang memegang mannequin berbalut kain putih bak jenazah dan beberapa foto serupa lainnya.
Meski telah melakukan hal tersebut, amarah warganet tidak serta merta menurun. Seruan boikot terus mereka layangkan pada brand ternama itu.
“Terima kasih telah menunjukkan kepada semua orang siapa Anda sebenarnya #BoycottZara,” tulis @lucrecer.
“Mempromosikan pembunuhan, wow benar-benar menjijikkan, memalukan," ujar @sarahnahle.
“Kamu sakit!!! Boikot Zara selamanya, iklan paling menjijikkan yang pernah saya lihat,” ungkap @raahma_h.
“Hapus aplikasi Zara setelah melihat kampanye menjijikkan ini,” tulis @asmafareed.
“Zara, kau akan menjadi Starbucks berikutnya. Aku harap kau turun. Boikot!!!,” komentar @mariam2193.