Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

80 Persen Kamar Hotel di Bantul Full Booked

Gregorius Bramantyo • Rabu, 20 Desember 2023 | 15:25 WIB
BELUM MENJAMUR: Pengendara melintas di depan salah satu homestay di kawasan Panggungharjo, Sewon, Bantul, Selasa (5/12). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
BELUM MENJAMUR: Pengendara melintas di depan salah satu homestay di kawasan Panggungharjo, Sewon, Bantul, Selasa (5/12). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)

RADAR PURWOREJO - Ketersediaan kamar hotel di wilayah Bantul mulai menipis. Sebab terhitung sejak pada 17-25 Desember, 80 persen kamar hotel full booked.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bantul, Yohanes Hendra mengatakan, persentase itu diperoleh dari total 1.265 kamar hotel yang ada di Bantul. Dengan rincian kamar hotel bintang empat mencapai 265 kamar. “Sedangkan hotel nonbintang di Bantul ada sekitar 800 kamar,” katanya kemarin (19/12).

Sementara okupansi hotel di Bantul periode 30-31 Desember, sebagian telah full booked. Menurutnya, apabila hotel berbintang di Bantul telah penuh, maka wisatawan biasanya akan memilih ke beberapa hotel nonbintang di Bantul. “Target okupansi hotel sekitar 80 sampai 85 persen selama Nataru,” jelas Hendra.

Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul kini telah menyiapkan hingga 600 kamar homestay. Yang tersebar di sejumlah desa wisata Bantul. Sehingga wisatawan bisa memilih homestay sebagai alternatif saat kamar hotel penuh. “Hotel di DIJ termasuk di Bantul penuh. Lalu banyak yang mencari homestay,” sebut Kepala Seksi Promosi dan Informasi Dinpar Bantul Markus Purnomo Adi.

Ipung, sapaannya menyebut, pengelola desa wisata juga telah diminta untuk bersiap menyambut wisatawan. Beberapa homestay di desa wisata yang telah siap menerima wisatawan selama nataru antara lain Desa Wisata Krebet di Kapanewon Pajangan.

Ipung menyampaikan, selama menginap di homestay, wisatawan juga dapat menikmati beberapa paket wisata yang ditawarkan desa wisata tersebut. Dengan begitu, potensi wisata yang ada di setiap desa wisata juga dapat dikenalkan kepada wisatawan. “Selain itu, pengelola homestay juga perlu memastikan kebersihan dan keamanan homestay-nya sehingga wisatawan dapat merasa nyaman menginap di sana,” ujarnya.

Dinpar Bantul sendiri menargetkan jumlah kunjungan wisatawan pada masa libur nataru mencapai 150 ribu wisatawan. Jumlah target tersebut terhitung pada tanggal 22 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024. 

Sementara terkait kecenderungan kasus Covid-19 yang meningkat, Dinpar Bantul tidak melakukan persiapan khusus. Hanya saja, mereka mengimbau kepada wisatawan yang merasa tidak sehat untuk memakai masker. “Memang tidak nyaman tetapi karena melihat info Covid naik lagi, salah satu cara untuk memutus ya pakai masker, jauh lebih aman,” ucap Ipung. (tyo/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#Bantul #hotel #homestay