RADAR PURWOREJO - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen.
Capaian ini lebih rendah dibandingkan tahun 2022.
Pada 2022, capaian mengalami pertumbuhan sebesar 5,31 persen.
Artinya, tahun ini masih selisih 0,26 persen dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia A Widyasanti menyebut,
perekonomian Indonesia tahun ini masih terjaga pada level yang sangat positif.
"Seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada 2023 lapangan usaha dengan kontribusi terbesar ke ekonomi yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan dan konstruksi terus melanjutkan tren pertumbuhan positif di 2023," kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia A Widyasanti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (6/2/2024).
Dilansir dari bps.go.id, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan.
Yakni, angkanya mencapai 13,96 persen dan jasa lainnya 10,52 persen serta akomodasi makanan dan minuman yang juga tumbuh 10,01 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,83 persen.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan, lanjut Amalia, tentunya didorong dari berbagai faktor.
"Antara lain faktor peningkatan mobilitas masyarakat penyelenggaraan event internasional seperti piala dunia U-17, KTT ASEAN, Moto GP Mandalika serta Pemilu," paparnya.
(Farhan Pranajaya/Radar Purworejo)
Baca Juga: Korban Modus Penggandaan Uang di Bantul Bertambah
Editor : Meitika Candra Lantiva