Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Buka Toko Kendali Inflasi di Pasar Tradisional Magelang, Jual Beras SPHP Seharga Rp 10.900 Per Kg

Naila Nihayah • Selasa, 27 Februari 2024 | 13:20 WIB
Pedagang menunjukkan beras yang dijualnya.Guntur Aga/Radar Jogja
Pedagang menunjukkan beras yang dijualnya.Guntur Aga/Radar Jogja

 

RADAR PURWOREJO - Hingga saat ini, harga beras masih menjadi atensi. Di pasaran, harga beras berkisar antara Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per kg. Untuk itu, Pemkab Magelang bakal membuka toko kendali inflasi dengan menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp 10.900 per kilogram (kg).

 

Kepala Bidang Perdagangan, Disdagkop UKM Kabupaten Magelang Pantjaraningtyas Putranto menuturkan, ada indikasi bahwa sejumlah pedagang di pasar tradisional melakukan kecurangan terkait harga beras SPHP yang disalurkan oleh Bulog. "Yang harusnya mereka jual Rp 10.900 per kg, tapi dijual Rp 13 ribu," ujarnya saat ditemui, Senin (26/2).

 Baca Juga: Mengenal “Mbako Garangan”, Olahan Tembakau Premium di Wonosobo setiap Musim Bisa Peroleh Miliaran 

Penentuan harga dari pedagang itu, kata dia, seharusnya tidak diperbolehkan. Sehingga pemkab berupaya mengatasi hal tersebut dengan membuka toko kendali inflasi. Nantinya, toko itu akan mendapat suplai beras SPHP oleh Bulog dan harus dijual kepada konsumen dengan harga Rp 10.900 per kg, sesuai harga eceran tertinggi (HET).

 

Namun, toko tradisional di pasaran masih terus disuplai oleh Bulog. "Tapi, ketika mereka (pedagang) jual melebihi HET, otomatis orang (pedagang) akan lari ke toko kendali inflasi. Sehingga mau tidak mau mereka harus jual sesuai HET," sebutnya.

Baca Juga: Hadapi Harga Beras Mahal, Pemkab Kebumen Gencarkan Pasar Murah 

Tyas mengatakan, dalam seminggu ini, disdagkop UKM akan mengupayakan pembukaan toko tersebut. Sedangkan pelaksananya akan diserahkan kepada perusahaan daerah Aneka Usaha. Sehingga kebutuhan pokok seperti beras SPHP, minyak, gula pasir, dan lainnya akan disediakan pada toko kendali inflasi.

 

Saat ini, lanjut dia, ada dua lokasi yang bakal dimanfaatkan sebagai toko kendali inflasi. Yakni di Kecamatan Muntilan dan Grabag. "Sudah tersedia ruangannya. Ini baru mau dibenahi sehingga layak untuk dijadikan toko kendali inflasi," katanya.

Baca Juga: Stok 1.754 Ton, Harga Capai Rp 16 Ribu Per Kg Bulog Dilarang Keluarkan Beras pada 12-14 Februari 

Selain itu, disdagkop bersama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bakal menggelar gerakan pangan murah di Kecamatan Mungkid pada Rabu (28/2) mendatang. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat terhadap kenaikan sejumlah kebutuhan pokok.

 

Tyas menambahkan, harga beras di pasaran yang memang masih tinggi. Kenaikan harga beras ini dipicu lantaran permintaan yang meningkat di tingkat konsumen. "Sejauh ini persediaan beras di Kabupaten Magelang cukup," urainya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Harga beras #per kilogram #pedagang #Magelang #SPHP