MUNGKID - Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Abdi Negara Kabupaten Magelang berhasil memperoleh sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp 548 juta. Meski begitu, para pengurusnya diminta untuk meningkatkan pelayanan. Supaya mekanisme kerja yang disesuaikan dengan sistem manajemen yang terus berkembang.
Ketua KPRI Abdi Negara Kabupaten Magelang Siti Zumaroh mengatakan, hingga kini, KPRI Abdi Negara memiliki anggota sebanyak 1.926 orang dengan jumlah aset lebih dari Rp 10,9 miliar. Berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik, Laporan Keuangan KPRI Abdi Negara memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Dia bersyukur, dengan kondisi perekonomian pasca pandemi dan atmosfer usaha yang masih agak lesu, masih dirasakan gerakan koperasi. "Namun, KPRI Abdi Negara masih mampu mempertahankan eksistensinya dan hasil usahanya melebihi target dari yang telah ditetapkan," kata Zumaroh, Rabu (30/4).
Dari aset yang dikelolanya, kata dia, berhasil membukukan SHU sebesar lebih dari Rp 548.630.631 pada akhir 2024. Pencapaian ini tentunya baik dan merupakan buah kerja sama seluruh stakeholders koperasi.
Wakil Bupati Magelang Sahid menilai, koperasi sebagai salah satu guru perekonomian di Indonesia telah mengalami pasang surut seiring dinamika persaingan yang semakin kompetitif.
Menghadapi realita ini, kata dia, koperasi harus dapat dan siap bersaing dengan kompetitornya melalui perbaikan pelayanan. Serta selalu memperbarui mekanisme kerja yang disesuaikan dengan sistem manajemen yang terus berkembang.
Dia berharap, pengurus KPRI Abdi Negara Kabupaten Magelang dapat menumbuhkan kesadaran betapa penting memanfaatkan setiap momentum dalam dunia usaha yang berubah sangat cepat.
Para pengurus dituntut untuk mengenali permasalahan dengan cepat dan mengambil keputusan dengan tepat. Memiliki sikap mental yang baik dan mampu memberikan pelayanan yang baik, komitmen dalam bekerja serta senantiasa meningkatkan profesionalisme dalam bekerja. (aya)