KEBUMEN - BPR BKK Kebumen menjamin layanan kredit dapat diakses dengan mudah bagi pelaku Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM). Kemudahan akses tersebut menjadi upaya pihak menejemen agar para pelaku usaha tidak gampang terjerat rentenir atau lintah darat.
Direktur Utama BPR BKK Kebumen Sutrisno mengatakan, pelaku UMKM menjadi salah satu penyangga perokoniman daerah. Oleh karena itu pihaknya berkomitmen memberikan kemudahan melalui layanan kredit agar para pelaku UMKM jauh lebih berdaya.
"Kami ikut membantu program pemerintah, salah satunya memberantas rentenir lewat kemudahan kredit," jelasnya, Rabu (28/5).
Sutrisno menyatakan, rentenir memang menjadi momok menakutkan bagi pelaku UMKM. Tak sedikit dari pelaku usaha juga terlilit hutang dari pinjaman online ilegal. Kondisi ini yang memaksa BPR BKK Kebumen hadir untuk mengurai persoalan yang dihadapi.
Dia menjelaskan, salah satu kemudahan layanan kredit dengan memberikan pinjaman tanpa biaya administrasi. Bunga yang ditawarkan juga ringan dengan fasilitas subsidi bunga yang disedikan dari oemerintah daerah. "Subsidi bunga yang kami salurkan mencapai Rp 350 juta. Khusus untuk UMKM. Jadi risikonya kecil," jelasnya.
Sutrisno menyebut, tidak kurang 892 pelaku UMKM telah memanfaatkan kemudahan layanan kredit di BPR BKK Kebumen. Mayoritas dari penerima manfaat tersebut merupakan pedagang pasar serta pemilik warung kelontong.
Selain UMKM, bank pelat merah ini juga menyasar kelompok petani di wilayah Kebumen. "Sudah ada 200 petani. Subsidinya bisa sampai Rp 3 miliar karena itu dari provinsi," ungkap Sutrisno.
Sementara itu, salah satu nasabah Imam Nurdiansyah, 39, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan BPR BKK Kebumen. Dia merasa aman untuk menabung maupun ambil kredit di bank pemerintah tersebut karena dijamin dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Ya, saya ambil kredit tenor tiga tahun. Selama ini pelayanan bagus, apalagi sudah ada OJK," ucapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo