Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

PT Taru Martani Mulai Operasional Terbatas Gudang Pangan untuk Stabilkan Harga di DIY

Magang Radar Purworejo • Kamis, 20 November 2025 | 11:59 WIB

 

Martani resmi memulai operasional terbatas Gudang Pangan Taru Martani
Martani resmi memulai operasional terbatas Gudang Pangan Taru Martani

PT Taru Martani resmi memulai operasional terbatas Gudang Pangan Taru Martani pada Rabu (19/11/2025). Langkah ini merupakan tindak lanjut penugasan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, agar BUMD legendaris produsen cerutu ini turut berperan menjaga stabilitas pangan di wilayah Yogyakarta.

Direktur Utama PT Taru Martani, Widayat Joko Priyanto, menjelaskan, perusahaan kini memiliki tiga tugas utama: mengelola penyimpanan stok, menyerap hasil panen petani DIY, serta memasarkan komoditas pangan strategis kepada masyarakat.

“Ini bagian dari upaya menjaga ketersediaan, distribusi, dan stabilitas harga pangan di DIY,” kata Widayat di kompleks Taru Martani, Rabu (19/11/2025).

Gudang pangan yang telah direvitalisasi kini aktif menyimpan dan menyalurkan berbagai komoditas, seperti beras, gula, tepung, minyak goreng, bawang putih, telur, hingga cabai. Di area teras, Taru Martani membuka outlet penjualan langsung kepada masyarakat setiap hari pukul 08.00–15.00 WIB, tanpa syarat khusus.

“Harga kami selalu di bawah harga pasar. Setiap hari kami monitor harga, terutama di wilayah kota. Selain menjalankan bisnis, kami ingin membantu menjaga keterjangkauan pangan bagi warga DIY,” tambah Widayat, didampingi Direktur Keuangan & Umum, Anis Richana, S.E., serta Manajer Hukum, Humas, dan Kesekretariatan, Nugroho Bambang Widyatmoko, SH.

Meskipun sudah beroperasi secara komersial, peresmian Gudang Pangan Taru Martani direncanakan awal tahun depan, menjelang Ramadan 2026, bersamaan dengan pembukaan lounge baru.

Taru Martani mengoperasikan dua bangunan gudang. Gedung depan telah berfungsi penuh, sementara bangunan samping masih dalam tahap penataan. Untuk penyimpanan beras, gudang mampu menampung lebih dari 300 ton. Sebagian beras disimpan di gudang mitra atau milik pemerintah sebagai cadangan pangan strategis DIY.

Selain beras, gudang juga menampung telur, gula pasir, minyak goreng, cabai, dan bawang putih. Semua komoditas prioritas dibeli langsung dari petani DIY.

"Kami selalu mengutamakan petani lokal. Baru pekan lalu kami ikut panen cabai di Kulon Progo dan menyerap hasil panen mereka,” jelas Widayat. Dari 13 komoditas pangan strategis DIY, seluruhnya dipasok dari wilayah DIY kecuali minyak goreng yang didatangkan dari luar daerah.

Operasional gudang dipercepat menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, periode saat harga pangan cenderung naik. “Kami ingin memastikan harga tetap stabil. Ini bagian dari langkah antisipasi,” ujar Widayat.

Sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, Taru Martani bertanggung jawab menjaga harga tetap berada di bawah pasar agar lebih terjangkau masyarakat. Meski pembeli belum diwajibkan menunjukkan KTP, perusahaan membatasi pembelian maksimal dua kantong per komoditas untuk mencegah aksi borong.

Ke depan, Taru Martani membuka peluang bagi retailer atau agen untuk mengambil barang dengan harga khusus. Namun jumlah minimal dan maksimal tetap diatur agar distribusi merata dan harga jual tetap stabil.

Untuk saat ini, penjualan terpusat di gudang Taru Martani. Namun, perusahaan berencana mendistribusikan komoditas ke lima kabupaten/kota di DIY apabila stok mencukupi. Jika stok lokal menipis atau harga naik saat momen besar, seperti puasa dan Idulfitri, Taru Martani akan mengambil pasokan dari luar daerah yang harganya lebih stabil.

“Kalau harga pangan di DIY naik dan stok petani lokal menipis, kami siap ambil dari luar daerah yang harganya masih normal. Itu strategi kami untuk menahan kenaikan harga,” tegas Widayat.

“Dengan beroperasinya Gudang Pangan Taru Martani, kami berkomitmen sebagai bagian dari TPID DIY untuk mengendalikan inflasi sekaligus memastikan warga Yogyakarta memiliki akses terhadap pangan yang terjangkau, aman, dan merata,” pungkas Widayat.

 

Editor : Heru Pratomo
#Widayat Joko Priyanto #Srie Nurkyatsiwi #Gudang Pangan #Ramadan #stabilkan harga #Taru Martani