Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan 2025 Tembus 5 Persen

Magang Radar Purworejo • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:33 WIB

Photo
Photo
Presiden Prabowo memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (15/12).

Dalam forum tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memaparkan perkembangan terbaru kondisi ekonomi Indonesia, mulai dari capaian indikator makro, strategi pemerintah dalam mendorong konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun hingga langkah penguatan ekonomi rumah tangga.

Airlangga menyampaikan bahwa hingga penghujung tahun 2025, kinerja perekonomian nasional menunjukkan tren yang positif dan terjaga stabil.

Sejumlah indikator makro ekonomi dinilai berada di level yang sehat, hal ini mencerminkan ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.

Dilansir dari Setneg, pemerintah tetap optimis menjaga momentum pertumbuhan, seraya memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan nasional.

Airlangga menegaskan bahwa hingga penutupan tahun, berbagai indikator makro ekonomi menunjukkan performa yang tetap solid.

Ia menyoroti pergerakan indeks harga saham yang mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan kenaikan sekitar 20 persen sejak Januari, kenaikan ini menjadikan salah satu yang terbaik di kawasan Asia.

Selain itu, kinerja eksternal perekonomian juga dinilai sehat, Neraca perdagangan serta transaksi berjalan masih berada di zona surplus, sementara posisi cadangan devisa tetap kuat.

Di sisi sektor keuangan, pertumbuhan kredit nasional terus mencatat tren positif, didukung oleh likuiditas yang memadai, sehingga memberikan prospek cerah bagi perekonomian ke depan.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit masih terjaga di kisaran 7,36 persen.

Sementara likuiditas atau uang primer yang sebelumnya disalurkan juga tumbuh cukup tinggi, mencapai 13,3 persen atau sekitar 2.136 triliun rupiah.

Dengan capaian tersebut, pemerintah menaruh optimisme tinggi terhadap kinerja ekonomi nasional.

Target pertumbuhan ekonomi 2025 diperkirakan dapat tercapai, dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 5,2 persen sepanjang tahun dan akselerasi pada kuartal IV yang diperkitan dapat menembus diatas 5,3 persen.

Untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap positif, pemerintah terus mendorong peningkatan konsumsi masyarakat melalui berbagai program belanja menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), baik lewat platfrom digital maupun ritel nasional.

Selain sektor konsumsi, pariwisata juga menjadi penggerak penting dengan digelarnya beragam agenda berskala nasional sepanjang Desember.

Guna mendukung kelancaran mobilitas selama periode libur akhir tahun, pemerintah juga mengusulkan penerapan kebijakan kerja yang lebih fleksibel.

Sebagai penutup laporan, Airlangga menyoroti penguatan kevijakan kesejahteraan ekonomi keluarga, salah satunya melalui transformasi Dewan Nasional Keuangan Inklusif menjadi Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan.

Ia juga memaparkan capaian inklusi keuangan nasional yang terus menunjukkan tren positif.

“Inklusi keuangan kita capaian sudah baik 92,7 persen. Literasi keuangannya 66,4 persen. Dibandingkan negara OECD rata-rata, Pak Presiden, itu 62 Persen,” tutup Menteri Airlangga.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K

Editor : Bahana.
#Ekonomi #Presiden Prabowo