Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), menyatakan langkah ini bagian dari percepatan penyediaan hunian terjangkau.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menargetkan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta dapat dimulai pada 8 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya percepatan penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat.
“Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” ujar Maruarar atau disapa Ara dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Sebelum memulai pembangunan, ia menegaskan bahwa Kementerian PKP akan melaksanakan serangkaian langkah strategis, termasuk mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi konsumen melalui survei yang dilakukan dengan metodologi yang tepat dan terstandarisasi.
“Kita ingin memahami bagaimana kemauan konsumen. Karena itu, akan dilakukan survei dengan metodologi yang tepat dan sampling yang benar agar produk rusun subsidi ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain itu, Ara menegaskan pentingnya memastikan kesiapan ekosistem pendukung hunian agar proyek berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi penghuni.
“Kami juga akan melakukan survei terhadap ekosistem sekitar, seperti ketersediaan sekolah, rumah sakit, pasar, tempat kerja, hingga akses transportasi. Rusun subsidi ini tidak hanya bangunan, tetapi harus didukung lingkungan yang layak dan produktif bagi penghuninya,” ujarnya.
Ara juga mengungkapkan bahwa menurut data BP Tapera, selama lima tahun terakhir pembiayaan rusun subsidi baru terealisasi sebanyak 140 unit.
“Data BP Tapera menunjukkan selama lima tahun ke belakang pembiayaan rusun subsidi hanya 140 unit. Ini sangat kecil. Dengan arahan Presiden Prabowo, kita harus melakukan terobosan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta untuk menjadi rusun subsidi dengan target bisa mencapai 141.000 unit,” jelasnya.
Pemerintah menekankan bahwa pembangunan rusun subsidi di Meikarta diharapkan menghadirkan hunian vertikal yang terjangkau sekaligus terintegrasi secara menyeluruh dengan fasilitas sosial, infrastruktur publik, dan akses ekonomi yang mendukung kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Penulis : Lutfiyah Salsabil
Editor : Bahana.